GP Ansor Kalitidu Gelar Majelis Dzikir dan Sholawat, Perkuat Kaderisasi Pemuda NU

33e0c07a c080 4763 9dc2 8ea9418c2752

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalitidu kembali menggelar Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor. Pada haru Rabu, (6/08/2025). Acara rutin yang diadakan setiap awal bulan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi spiritual Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus memperkuat kaderisasi di kalangan pemuda. Untuk edisi Agustus 2025, kegiatan ini bertempat di Masjid Baiturrahman, Desa Brenggolo, dengan Pengurus Ranting (PR) GP Ansor Brenggolo bertindak sebagai tuan rumah.

Kegiatan yang dimulai selepas salat Isya ini dihadiri oleh puluhan kader Ansor dari berbagai ranting di Kecamatan Kalitidu. Suasana khidmat terasa sejak awal, dibuka dengan pembacaan Rotibul Haddad dan dilanjutkan dengan sholawat bil qiyam yang diiringi oleh alunan hadrah dari Grup As-Syibyanul Mahir, menciptakan aura spiritual yang kental.

Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Kalitidu, Agus Widodo, menekankan bahwa kaderisasi adalah fondasi utama organisasi. “Kaderisasi adalah ruh gerakan Ansor,” ujarnya. Menurutnya, estafet perjuangan NU harus disiapkan melalui jenjang kaderisasi yang terstruktur, mulai dari IPNU, Ansor, Banser, hingga NU. Ia berharap para kader tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga memiliki kapasitas yang memadai untuk melanjutkan perjuangan.

Senada dengan itu, Ustaz Hartoyo, Ketua PR GP Ansor Brenggolo, mengajak seluruh kader Ansor untuk meneladani semangat perjuangan pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari, dalam menjaga eksistensi NU di tengah masyarakat. Sementara itu, Ketua Ranting NU Brenggolo, K. Moh. Umar, mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam berorganisasi. “Setiap langkah dan kegiatan harus diniatkan sebagai bentuk khidmat kepada NU dan jalan menuju keberkahan dari Allah SWT,” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi pengajian yang menghadirkan dua tokoh agama. Ustaz Agus Shofiyul Fuad mengulas tema tanda-tanda besar hari kiamat, khususnya kemunculan Dajjal, merujuk pada kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah. Ia mengingatkan bahwa fitnah Dajjal sudah terasa melalui disinformasi dan godaan duniawi yang dapat melemahkan iman. Ia mengajak jamaah untuk membentengi diri dengan dzikir, ilmu, dan memperkuat kebersamaan.

Pengajian kemudian dilanjutkan oleh KH. Sunaryo Abu Main, yang memberikan semangat kepada para kader. Ia menegaskan bahwa pergerakan Ansor saat ini adalah wajah baru dari gerakan amar ma’ruf nahi mungkar (menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran). “Ansor adalah pilar syiar dan penerus perjuangan NU,” tegasnya, sembari mengingatkan bahwa kegiatan seperti ini adalah bentuk syiar agama yang harus diniatkan dengan tulus.

Majelis ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh K. Mashud. Para kader memohon agar dijauhkan dari fitnah akhir zaman, diberikan kekuatan dalam menjaga akidah, dan keberkahan dalam setiap langkah perjuangan melalui Ansor dan NU.

Melalui acara ini, PAC GP Ansor Kalitidu tidak hanya sekadar merawat tradisi spiritual, tetapi juga menguatkan ideologi dan spiritualitas para pemuda NU sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Dzikir dan sholawat menjadi benteng yang kokoh dalam melanjutkan estafet perjuangan NU.