Pemerintahan

Inisiatif Peningkatan Kualitas Pendidikan di Bojonegoro: Pusat Belajar Guru Kembali Aktif

liputanbojonegoro637
×

Inisiatif Peningkatan Kualitas Pendidikan di Bojonegoro: Pusat Belajar Guru Kembali Aktif

Sebarkan artikel ini
43aacf09 e102 4f06 90f3 c9e87375f3a7

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro — Para pendidik di Kabupaten Bojonegoro kini dapat kembali mengasah kemampuan profesional mereka melalui pengaktifan kembali Pusat Belajar Guru (PBG). Langkah ini merupakan inisiatif kolaboratif yang didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas, dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) sebagai mitra pelaksana. Tujuan utama dari program ini adalah mendorong inovasi dan menghasilkan karya-karya bermutu di bidang pendidikan.

Mengaktifkan Kembali Wadah Kolaborasi
Sebagai langkah awal, sebuah pertemuan digelar pada Jumat, 19 September 2025, yang dihadiri oleh perwakilan guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, tim pengembang PBG, dan para akademisi. Pertemuan ini menandai dimulainya kembali aktivitas PBG yang sebelumnya telah berjalan efektif pada periode 2015-2018.

Menurut Khoirul Anam, mantan pengurus PBG, keberadaan pusat ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas pengajaran dan manajemen bagi guru dan kepala sekolah. “Manfaatnya banyak bagi dunia pendidikan,” ujarnya. PBG telah terbukti menjadi wadah bagi para guru untuk menciptakan beragam karya, seperti artikel, jurnal, dan buku, yang bahkan telah dipublikasikan di tingkat nasional dan internasional.

Merumuskan Struktur Baru yang Adaptif
Semangat kolaborasi yang tinggi di antara para pendidik dan pemangku kepentingan lainnya terlihat dalam diskusi yang menghasilkan model restrukturisasi kelembagaan PBG. Hasil dari pertemuan ini mencakup draf struktur organisasi, uraian tugas, serta mekanisme kerja yang lebih adaptif dan terukur. Diskusi juga berhasil merumuskan dokumen rekomendasi restrukturisasi, pemilihan pengurus inti baru, dan rencana tindak lanjut yang jelas untuk implementasi program.

Joni Wicaksono, perwakilan dari EMCL, menyatakan komitmen perusahaannya terhadap investasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Ia berharap PBG dapat menjadi wadah yang lebih kokoh bagi guru-guru di Bojonegoro untuk terus belajar dan berinovasi. “Investasi terbaik adalah investasi pada pendidikan,” tutupnya.