Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, bersama Bulog dan Kodim 0813, baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik panen.
Kegiatan yang digelar pada tanggal 12 Maret 2026 ini bertujuan untuk memantau stabilitas harga gabah di tingkat petani, memastikan mereka mendapatkan harga yang layak dan terhindar dari manipulasi para spekulan.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyatakan bahwa hasil sidak di Desa Napis dan Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, menunjukkan tren harga yang stabil di angka Rp 6.300 per kilogram setelah dipanen menggunakan mesin combine.
Dengan memperhitungkan biaya sewa mesin yang sebesar Rp 500, nilai efektif yang diterima petani mencapai Rp 6.800 per kilogram. Antusiasme petani di wilayah ini relatif tinggi. Banyak petani yang memilih untuk menyimpan hasil panen mereka untuk keperluan konsumsi pribadi, selain untuk dijual.
Bulog sendiri menerapkan dua skema utama dalam penyerapan gabah petani, yaitu layanan jemput bola dan skema komersial seharga Rp 7.000 per kilogram.
Untuk skema komersial, petani diharapkan dapat mengirimkan gabah langsung ke gudang Bulog. Menurut data DKPP, rata-rata harga gabah di 28 kecamatan di Bojonegoro berkisar antara Rp 6.500 hingga Rp 6.800 per kilogram. Harga tertinggi dicatat di beberapa kecamatan seperti Kanor, Sumberrejo, dan Kedewan.
Zaenal Fanani juga menambahkan bahwa personel Kodim 0813 akan selalu disiagakan melalui Babinsa untuk mendampingi petani dalam proses penjualan.
Jika terdapat kendala atau harga yang tidak sesuai, DKPP menyediakan saluran komunikasi khusus untuk mengatasi masalah tersebut.
Layanan Aduan DKPP: 0811-3119-6006






