Peristiwa

Kabar Duka: Sosok Kharismatik Margaluyu 151, Mbah Pangat Tutup Usia di Usia Purna Tugas

liputanbojonegoro637
×

Kabar Duka: Sosok Kharismatik Margaluyu 151, Mbah Pangat Tutup Usia di Usia Purna Tugas

Sebarkan artikel ini
E0FA7B3F 885A 4297 B19F 565207DDB549

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Margaluyu 151. Ketua Cabang Margaluyu 151 Yogyakarta – Bojonegoro, Supangat (akrab disapa Mbah Pangat), meninggal dunia pada Selasa dini hari (17/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB di Puskesmas Temayang.

Kepergian sosok yang dikenal kharismatik ini mengejutkan ribuan anggota Margaluyu 151, baik di wilayah Kota Ledre maupun di berbagai daerah di Indonesia.

Semasa hidupnya, almarhum merupakan pilar utama organisasi. Tak hanya menjabat sebagai Ketua Cabang Bojonegoro, beliau juga memegang amanah sebagai Ketua Umum 1 Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Margaluyu 151 Yogyakarta.

Selain di dunia organisasi pencak silat, Mbah Pangat memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang:

> Purnawirawan TNI  Jabatan terakhir sebagai Babinsa Koramil 0813-24 Temayang dengan pangkat Sersan Satu (Sertu).

>  Organisasi Kemasyarakatan Aktif sebagai pengurus HIPAKAD (Himpunan Putra Putri Angkatan Darat) dan Forum Bela Negara (FBN).

Jenazah disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa, prosesi pemakaman dilaksanakan dengan upacara militer.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Danramil Temayang, Parjan, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara di pemakaman desa setempat.

Wakil Ketua Cabang Margaluyu 151 Bojonegoro, M. Yusuf, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Meski terpukul, ia berpesan kepada seluruh anggota untuk tetap tegak berdiri.

“Saya sangat shock semalam mendapat kabar kalau Mbah Pangat meninggal. Namun, kita sebagai pengurus cabang harus tetap semangat. Jangan sampai duka ini berlarut-larut.

Manusia boleh mati, tapi Margaluyu 151 harus tetap hidup selama bumi masih dihuni manusia,” ujar Yusuf dengan haru.

Kepergian Mbah Pangat meninggalkan lubang besar bagi dunia organisasi dan nasionalisme di Bojonegoro. Namun, nilai-nilai perjuangan dan kedisiplinan yang ia tanamkan dipastikan akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.