Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Kecamatan Padangan kembali mempertegas posisinya sebagai kawasan heritage di Kabupaten Bojonegoro.
Di balik rutinitas pelayanan keamanan, gedung Kantor Polsek Padangan berdiri kokoh sebagai monumen sejarah yang menyimpan rekam jejak kejayaan jalur niaga tembakau masa kolonial.
Bangunan yang terletak berdampingan dengan Padangan Heritage, Local History & Museum ini dulunya merupakan titik sentral industri perkebunan.
Sebelum berfungsi sebagai kantor polisi, gedung ini adalah pusat kendali distribusi tembakau—yang dijuluki “Emas Hijau”—serta sempat beralih fungsi menjadi pabrik kapur.
Secara arsitektural, pada Februari 2026, struktur bangunan tetap terjaga dengan Pilar-pilar kokoh dan dinding tebal yang ikonik, Jendela besar dan langit-langit tinggi untuk sirkulasi udara maksimal, dan Lantai Terazzo bernuansa cokelat dan hijau zamrud yang menambah kesan autentik zaman kolonial.
Selain arsitekturnya, area Polsek Padangan menyimpan nilai spiritual bagi masyarakat Jawa. Di lokasi ini terdapat tujuh buah sumur yang sangat masyhur pada era 1980-an.
Fahrudin, penjaga museum sekaligus cicit dari pengusaha tembakau legendaris H. Rasyid, menuturkan bahwa air dari ketujuh sumur tersebut dulunya sering dicari warga untuk keperluan ritual ruwatan.
“Dulu tahun 80-an, air dari tujuh sumur di sini sangat ikonik. Banyak orang datang mencari airnya untuk ruwatan karena diyakini memiliki nilai keberkahan dan kesucian,” ujar Fahrudin, yang merupakan keturunan ke-4 keluarga pengusaha tembakau tersebut.
Meski kini tradisi pengambilan air untuk ruwatan telah bergeser ke sumber mata air (sendang) di wilayah lain, fisik ketujuh sumur tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas sejarah tanah Padangan.
Kini, Polsek Padangan memikul peran ganda. Selain menjalankan fungsi utama dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), gedung ini berdiri sebagai pengingat visual bagi generasi muda.
Keberadaannya membuktikan bahwa di tepian Bengawan Solo, kejayaan ekonomi agraris dan kekayaan budaya pernah bersatu dalam harmoni yang kuat.






