Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Kecelakaan maut kembali terjadi di lintasan rel kereta api tanpa palang pintu di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Safa, insiden bermula saat korban yang diketahui berinisial SK, warga Desa Trojalu, Kecamatan Baureno, melaju dari arah utara menuju selatan.
Pada saat yang bersamaan, sebuah kereta api meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah timur menuju barat. Warga sekitar sempat mencoba memperingatkan korban, namun nahas, peringatan tersebut tidak terdengar.
“Korban sebenarnya sudah diteriaki oleh warga yang berada di sekitar perlintasan. Namun sepertinya tidak mendengar atau tidak menyadari adanya kereta yang melintas,” ujar Safa kepada awak media.
Benturan keras menyebabkan korban terpental dan mengalami luka yang sangat serius. Warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang dan membantu proses evakuasi.
lokasi kejadian Perlintasan Desa Sraturejo, Baureno, di bawa ke Rumah sakit di wilayah Babat, Kabupaten Lamongan, korban Meninggal dunia akibat luka berat yang dialami.
Insiden ini menjadi pengingat pahit akan tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang tanpa pengamanan di Bojonegoro. Warga setempat kini mendesak adanya langkah nyata dari pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Warga berharap Pemasangan palang pintu otomatis atau manual, Penambahan rambu peringatan yang lebih jelas, Peningkatan kesadaran pengguna jalan saat melintasi jalur aktif kereta api Semongga kejadian seperti ini tidak terulang kembali Ucapnya.








