Peristiwa

M. Faiz Chishomuddin, Pemuda Pelopor Bojonegoro

liputanbojonegoro637
×

M. Faiz Chishomuddin, Pemuda Pelopor Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
04CE3121 DAD7 4A58 A4C6 EBB083FEF27A

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan kebanggaan dengan dinobatkannya M. Faiz Chishomuddin—akrab disapa Maz Faa—sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Kabupaten Bojonegoro 2025. Sosok muda inspiratif dari Kecamatan Dander ini mencuri perhatian melalui inovasi pendidikan berbasis psikologi positif yang telah memberikan dampak signifikan di kalangan santri.

Faiz mengusung program unggulan bernama HIMMAH (Harapan, Inspirasi, Mentoring dan Mahabbah), sebuah gerakan transformasi pendidikan pesantren yang mengadopsi pendekatan psikologi positif. Program ini telah berjalan konsisten selama lebih dari lima tahun dan berhasil menjangkau lebih dari 5.000 santri di wilayah Bojonegoro dan Jombang.

“Menjadi bagian dari Pemuda Pelopor itu rasanya seperti mimpi. Saya nggak pernah menyangka akan sampai di titik ini. Rasanya campur aduk, tapi yang paling kuat adalah rasa Syukur,” ujar Faiz, mahasiswa berprestasi dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya.

Melalui HIMMAH, Faiz berfokus pada upaya menumbuhkan kesadaran diri, rasa syukur, semangat belajar, optimisme, dan kepercayaan diri di kalangan santri. Ia menekankan bahwa konsistensi dan keberlanjutan adalah kunci untuk memastikan program terus berdampak.

Selain aktif sebagai pegiat sosial, Faiz juga dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dengan segudang pencapaian,  Best Leader International Conference di University International Malaysia (Mei 2025)., Juara 2 Lomba Da’i Gebyar Islamic Festival Nasional di Universitas Sriwijaya,  Juara 2 Dakwah Digital ERF Nasional di UPN Veteran Jakarta, Penerima Pendanaan dan Penghargaan Kompetisi Inovasi Proyek Sosial Generasi Muda Pertamina Foundation, dan Penerima Pendanaan Penelitian Mahasiswa Non-APBN Universitas Negeri Surabaya.

Bagi Faiz, penghargaan adalah pengingat bahwa setiap usaha kecil yang dilakukan dengan niat baik akan membawa hasil, dan yang terpenting adalah bagaimana hasil itu bisa kembali memberi manfaat bagi orang lain.

Menjalani peran ganda sebagai mahasiswa aktif dan pegiat sosial menuntut keseimbangan. Faiz menerapkan strategi manajemen waktu yang disiplin dengan membuat target pengembangan diri setiap semester.

“Weekend saya biasanya saya isi untuk kegiatan produktif, entah itu project sosial atau lomba. Kuncinya di manajemen waktu dan niat,” jelas Faiz

Ia juga menekankan bahwa semua pencapaiannya bukanlah semata karena kehebatannya, melainkan berkat doa tulus dari orang-orang terdekat, terutama ibu, ayah, keluarga, para guru, dan masyayikh pesantren.

Mengakhiri perbincangan, Faiz menyampaikan pesan inspiratif kepada generasi muda: “Cintailah dirimu sendiri, kenali dirimu, dan percayalah bahwa kamu bisa. Kita nggak sedang bersaing dengan siapa pun. Tugas kita adalah terus belajar, berproses, dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.” Faiz menegaskan bahwa hidup adalah tentang berproses, bukan berkompetisi.