PendidikanPeristiwa

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Workshop PMT Kelor

liputanbojonegoro637
×

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Workshop PMT Kelor

Sebarkan artikel ini
EA6197C1 E5A5 4DE9 AD4A 3D8417CC79B9

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Dander, Bojonegoro terus dilakukan melalui berbagai inovasi.

Teranyar, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro sukses menyelenggarakan Workshop Pemanfaatan Daun Kelor di Desa Sumodikaran pada Sabtu, (31/01/2026).

​Program yang digagas oleh kelompok pimpinan Novi Nur Laili Muhibbah ini menitikberatkan pada pembuatan Makanan Tambahan (PMT) berbasis sumber daya lokal.

Melalui bimbingan Ahmad Syauqi Fuadi, M.Pd.I. selaku DPL, mahasiswa mendemonstrasikan pembuatan puding dan pancake kelor di hadapan para kader dan warga.

​Kepala Desa Sumodikaran, Ibu Hj. Khotimah, S.Sos., dalam sambutannya menyatakan bahwa pihak desa berkomitmen mendukung penuh program-program kesehatan yang dibawa oleh mahasiswa.

Hal ini diperkuat dengan kehadiran Ibu Elva Tiara dari unsur PKK desa yang menyatakan siap mengawal keberlanjutan resep ini dalam kegiatan Posyandu rutin.​Dari sisi medis, Bidan Lia memberikan ulasan klinis mengenai manfaat daun kelor.

“Menurutnya, inovasi ini sangat tepat sasaran mengingat stunting sering kali berawal dari kurangnya variasi makanan tambahan. “Zat besi dalam kelor sangat penting untuk mencegah anemia pada ibu dan mendukung pertumbuhan fisik balita,” jelasnya dalam sesi materi.

​Bu Yeti, salah satu tokoh masyarakat yang hadir, memberikan testimoni positif atas jalannya workshop.

Ia menilai langkah mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro sangat praktis dan menyentuh kebutuhan dasar rumah tangga di desa.

Kegiatan ditutup dengan pembagian sampel produk dan modul resep kepada seluruh peserta, dengan harapan Desa Sumodikaran dapat menjadi desa mandiri gizi melalui pemanfaatan tanaman lokal.