Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Bukit Cinta, salah satu spot favorit di kawasan Geopark Negeri Atas Angin, Desa Deling, Kecamatan Sekar, pada siang hari yang cerah. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) 20 Universitas Bojonegoro mengadakan kegiatan camping santai sebagai bagian dari rangkaian program mereka selama bertugas di desa tersebut.
Kegiatan dilaksanakan pagi hari pada tanggal 10 Agustus 2025. Begitu tiba di lokasi, para mahasiswa dengan cekatan mendirikan tenda. Meski matahari cukup terik, semangat mereka tak surut. Beberapa mahasiswa fokus mengatur tiang dan tali tenda, sementara yang lain menyiapkan perlengkapan dan memastikan semua barang aman dari angin yang kadang bertiup kencang di area perbukitan ini.
Bukit Cinta memang dikenal sebagai salah satu titik terbaik untuk menikmati panorama Negeri Atas Angin. Apalagi ditambah spot campground yang langsung menghadap hamparan perbukitan. Dari sini, hamparan perbukitan hijau, jalan yang berkelok, dan langit biru membentang luas di hadapan mata. Udara segar khas pegunungan membuat siapa pun betah berlama-lama. Tak heran, mahasiswa KKN-TK 20 menjadikan tempat ini sebagai pilihan tepat untuk berkegiatan sambil menikmati keindahan alam Bojonegoro bagian selatan.
Usai tenda berdiri kokoh, suasana semakin cair dengan sesi makan-makan santai. Aneka snack yang dibawa dari posko KKN pun dikeluarkan dan disantap bersama-sama. Ada keripik, roti, kue kering, hingga minuman dingin yang membuat suasana siang terasa semakin menyenangkan. Canda tawa terdengar bersahut-sahutan, menambah hangat kebersamaan antaranggota tim.
Sambil menikmati camilan, para mahasiswa duduk santai di area sekitar tenda. Beberapa memilih berfoto dengan latar pemandangan menakjubkan, sementara yang lain berbincang ringan tentang pengalaman selama menjalankan program KKN di Desa Deling. Momen ini menjadi jeda sejenak dari kesibukan mereka yang biasanya dipenuhi agenda program kerja seperti pemberdayaan masyarakat, edukasi wisata, dan pengembangan UMKM lokal.
“Camping ini bukan hanya sekadar refreshing, tapi juga bentuk kebersamaan kami. Selama KKN, kami banyak bekerja untuk masyarakat, dan hari ini kami luangkan waktu untuk saling menguatkan sebagai tim,” ujar Aslikh, salah satu peserta KKN-TK 20.
Menariknya, meski kegiatan berlangsung di siang hari, hawa di Bukit Cinta tetap terasa sejuk. Angin sepoi-sepoi membawa aroma pepohonan dan rerumputan, membuat para mahasiswa semakin betah duduk lama sambil berbagi cerita. Sesekali, mereka mengarahkan pandangan jauh ke bawah, mengagumi bentang alam yang seperti lukisan hidup.
Geopark Negeri Atas Angin sendiri merupakan salah satu destinasi wisata alam andalan Kabupaten Bojonegoro yang sedang dikembangkan agar lebih dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Potensi alam yang indah dipadukan dengan budaya lokal menjadikannya layak disebut sebagai salah satu geosite terbaik di wilayah ini. Kehadiran mahasiswa KKN-TK 20 Universitas Bojonegoro turut memberi warna dalam upaya promosi dan pengembangan kawasan wisata ini.
Seiring waktu berjalan, suasana camping perlahan bergeser menjadi momen refleksi. Beberapa mahasiswa mulai berbicara tentang arti kebersamaan, pengalaman unik selama berinteraksi dengan warga, dan harapan mereka terhadap Desa Deling setelah program KKN usai. Tak jarang, pembicaraan mereka diiringi tawa lepas karena teringat momen lucu selama menjalankan program.
Menjelang sore, kegiatan mulai diakhiri. Tenda dibongkar dengan tetap menjaga kebersihan lokasi. Para mahasiswa memastikan tidak ada sampah yang tertinggal, sejalan dengan prinsip menjaga kelestarian alam yang menjadi bagian penting dalam kegiatan mereka.
Camping santai di Bukit Cinta ini mungkin terlihat sederhana, namun bagi mahasiswa KKN-TK 20 Universitas Bojonegoro, momen tersebut menyimpan kesan yang mendalam. Selain menikmati indahnya alam Geopark Negeri Atas Angin, mereka juga mempererat hubungan satu sama lain, menambah semangat untuk menyelesaikan sisa program KKN dengan maksimal.
Dengan pemandangan yang memanjakan mata dan udara segar yang menenangkan hati, Bukit Cinta kembali membuktikan dirinya sebagai lokasi yang bukan hanya indah untuk wisata, tetapi juga ideal untuk membangun kebersamaan dan kenangan berharga.






