Liputanbojonegoro, Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) 20 Universitas Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian Geopark Negeri Atas Angin. Kali ini, mereka melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam pohon Trembesi dan Tabebuya di kawasan Geopark Negeri Atas Angin, Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (14/08/2025).
Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja yang berfokus pada kelestarian alam dimana yang juga bertujuan untuk menjaga ekosistem dan memperindah kawasan wisata alam yang menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro.
Dengan kondisi alam Geopark Negeri Atas Angin yang terletak di dataran tinggi dan memiliki pemandangan indah, penanaman pohon trembesi dan tabebuya diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dari segi lingkungan maupun estetika pariwisata. Selain itu, keberadaan pohon-pohon ini diharapkan dapat menjadi habitat baru bagi berbagai jenis burung dan serangga penyerbuk, sehingga mendukung keseimbangan ekosistem.
Sejak pagi, para mahasiswa bersama anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat berkumpul di lokasi. Mereka mempersiapkan bibit pohon trembesi dan tabebuya yang telah dibawa khusus untuk kegiatan ini. Bibit pohon tersebut adalah hasil kerja sama antara pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pusat Pembibitan Kabupaten Bojonegoro.
Sebelum penanaman dimulai, dilakukan pengarahan singkat tentang teknik menanam yang baik agar pohon dapat tumbuh subur dan kuat menghadapi kondisi cuaca di wilayah tersebut. Para mahasiswa juga dibekali informasi mengenai cara perawatan pasca-penanaman, termasuk penyiraman rutin dan perlindungan dari hama tanaman.
Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa pemilihan trembesi dan tabebuya bukan tanpa alasan. Pohon ini dikenal memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar, memberikan keteduhan yang luas, serta memiliki akar yang kuat untuk mencegah erosi tanah. “Kami berharap trembesi dan tabebuya yang kami tanam hari ini dapat tumbuh besar dan menjadi peneduh alami bagi para wisatawan yang datang ke Negeri Atas Angin di masa depan,” ujar Devpri, koordinator kegiatan.
Ketua Pokdarwis mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-TK 20 Universitas Bojonegoro. Menurutnya, langkah ini bukan hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga memberikan pesan penting kepada masyarakat tentang pentingnya merawat alam. “Wisata alam tidak akan indah jika kita tidak menjaganya. Apa yang dilakukan adik-adik mahasiswa ini adalah investasi untuk masa depan,” ungkapnya.
Proses penanaman dilakukan secara gotong royong. Mahasiswa dan warga bersama-sama menggali lubang, menanam bibit, lalu menutupnya dengan tanah sambil memastikan akar tertanam dengan baik. Tidak hanya menanam, mereka juga memasang ajir (penyangga) untuk memastikan bibit tetap tegak dan terlindungi dari angin kencang. Bahkan, beberapa warga berinisiatif membuat pagar sederhana di sekitar bibit agar aman dari hewan ternak yang berkeliaran.
Kegiatan yang berjalan dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Sesekali terdengar canda tawa di antara para peserta, namun semuanya tetap fokus menyelesaikan penanaman hingga bibit yang disiapkan habis tertanam. Kebersamaan ini mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat pedesaan.
Dengan adanya reboisasi ini, kawasan Geopark Negeri Atas Angin diharapkan menjadi semakin rindang dan nyaman untuk dikunjungi. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat.
Melalui program KKN-TK 20, Universitas Bojonegoro tidak hanya mengirim mahasiswa untuk belajar di tengah masyarakat, tetapi juga untuk memberikan dampak positif yang bisa dirasakan dalam jangka panjang. Pohon-pohon trembesi dan tabebuya yang ditanam hari ini menjadi simbol harapan akan masa depan Geopark Negeri Atas Angin yang lebih hijau, asri, dan lestari.






