PemerintahanPeristiwa

Pemdes Lengkong Tuntaskan Proyek Rigid Beton BKKD

liputanbojonegoro637
×

Pemdes Lengkong Tuntaskan Proyek Rigid Beton BKKD

Sebarkan artikel ini
96222E17 4BF0 4A7F 91F4 8B64352FCF3B

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Lengkong, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, resmi menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan rigid beton. Proyek yang bersumber dari program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) ini menjadi langkah strategis pemerintah desa dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Pembangunan jalan sepanjang 512 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 15 sentimeter ini dikerjakan secara swakelola. Metode ini sengaja dipilih untuk memastikan transparansi serta memberikan dampak ekonomi langsung melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Kepala Desa Lengkong, Drs. H. Ahmad Sholihin, turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan fisik pada Jumat (30/01/2026). Ia memastikan bahwa hasil pekerjaan telah memenuhi standar teknis yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, kami berkomitmen mengelola proyek ini secara terbuka. Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) telah bekerja dengan baik melibatkan masyarakat,” ujar Sholihin di sela-sela peninjauannya.

Selain fungsi mobilitas umum, jalan ini merupakan jalur nadi bagi aktivitas pendidikan dan keagamaan di Desa Lengkong. Akses tersebut merupakan rute utama menuju Pondok Pesantren Tasdini.

“Setiap hari jamaah dan santri keluar masuk lewat jalur ini. Dulu kalau hujan licin karena paving sudah rusak, sekarang alhamdulillah sudah mulus. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga mendukung kelancaran kegiatan syiar agama,” tambah Kades.

Perubahan kondisi infrastruktur ini disambut antusias oleh para pelaku UMKM setempat. Bukhori, seorang distributor LPG, mengaku mobilitas bisnisnya kini jauh lebih efisien. Pelanggan kini tidak lagi kesulitan saat mengambil stok barang di gudangnya.

Senada dengan Bukhori, Azis, pengusaha sangkar burung yang memiliki pangsa pasar hingga keluar daerah, menyebut jalan beton ini sebagai “karpet merah” bagi pembelinya.

“Pelanggan saya banyak yang dari Tuban, Lamongan, bahkan Jawa Tengah. Dengan jalan yang kokoh dan tidak licin, mereka jadi lebih nyaman berkunjung langsung ke toko kami,” kata Azis.

Secara lebih luas, pembangunan rigid beton ini diharapkan mampu menekan biaya logistik hasil pertanian warga. Dengan akses yang memadai, distribusi hasil panen dari sawah menuju pasar diharapkan menjadi lebih cepat dan murah.

Pemerintah Desa Lengkong menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas adalah kunci utama bagi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Transparansi pengelolaan dana desa menjadi modal utama dalam meraih kepercayaan masyarakat guna membangun desa yang lebih maju.