KesehatanPemerintahan

Pemkab Bojonegoro Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Ota

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Ota

Sebarkan artikel ini
2E88131B D1C7 4D65 BAB9 2DCEB6E64475

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersinergi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar talkshow kesehatan bertajuk “Utak Atik Otak: Umur Panjang Hidup Sehat”.

Acara yang disiarkan langsung melalui Radio Malowopati FM pada Jumat (13/03/2026) ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai vitalnya fungsi otak sebagai pusat kendali tubuh.

Talkshow yang dipandu oleh host Lia Yunita ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bojonegoro, dr. Lucky Imroah, dan Dokter Spesialis Saraf RSUD Sumberrejo, dr. M. Nauval Marom, Sp.N.

Dalam pemaparannya, dr. M. Nauval Marom, Sp.N menekankan bahwa otak adalah organ paling krusial yang mengoordinasi seluruh aktivitas tubuh, mulai dari kesadaran hingga kemampuan mengingat.

Ia memperingatkan bahwa gangguan pada otak tidak hanya berisiko menyebabkan kematian, tetapi juga kecacatan permanen.

“Risiko gangguan pada otak tidak hanya dapat menyebabkan kematian, tetapi juga kecacatan yang berdampak langsung pada kualitas hidup seseorang,” tegas dr. Nauval.

Ia juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai perbedaan gangguan saraf dan gangguan kejiwaan. Menurutnya, dokter spesialis saraf menangani gangguan sistem saraf yang bersifat organik atau struktural, seperti:

• Stroke dan Tumor Otak

• Infeksi dan Cedera Kepala

• Gangguan Metabolik (seperti komplikasi diabetes pada saraf)

Sementara itu, gangguan kejiwaan umumnya menjadi ranah psikiater karena lebih berkaitan dengan fungsi emosional tanpa kerusakan struktur otak yang nyata.

Salah satu poin penting dalam menjaga kesehatan otak adalah aktivitas yang melatih daya pikir. Dr. Nauval mengungkapkan bahwa kebiasaan membaca dinilai jauh lebih efektif meningkatkan kemampuan kognitif dibandingkan hanya menonton video.

“Proses membaca melibatkan aktivitas membayangkan, memahami, dan mencerna informasi secara lebih mendalam,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, dr. Lucky Imroah menekankan pentingnya interaksi sosial dan latihan mental agar fungsi otak tidak menurun seiring bertambahnya usia.

Ia membagikan beberapa cara praktis untuk menjaga ketajaman pikiran:

1. Terus Belajar dan Menghafal: Menjaga sel saraf tetap aktif.

2. Berdiskusi: Melatih logika dan pengolahan informasi.

3. Berani Mengambil Keputusan: Mengasah fungsi eksekutif otak.

Melalui edukasi ini, Pemkab Bojonegoro berharap masyarakat mulai sadar untuk menjaga aset kesehatan mereka sejak dini. Langkah preventif yang disarankan meliputi pemenuhan nutrisi seimbang, istirahat yang cukup, olahraga rutin, serta aktif menggunakan kemampuan berpikir.

Dengan menjaga kesehatan otak secara optimal, masyarakat Bojonegoro diharapkan dapat mempertahankan kualitas hidup yang prima hingga masa tua.