Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai bersolek. Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, hingga masyarakat untuk menggalakkan aksi gotong royong guna memastikan estetika dan kebersihan lingkungan terjaga selama momentum mudik lebaran.
Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan warga perantauan yang akan kembali ke kampung halaman. Menurut Wabup Nurul, kebersihan dan kerapian infrastruktur merupakan cermin kesiapan daerah dalam menyambut tamu maupun pemudik.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas intensif telah dimulai sejak Senin (16/3/2026). Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terlihat melakukan pembersihan menyeluruh di wilayah perkotaan, mulai dari pemangkasan pohon pelindung, perawatan taman jalan, hingga pengecatan tugu-tugu ikonik yang mulai kusam.
Tak hanya di pusat kota, sinergi juga terjalin dengan kementerian terkait. “Kolaborasi dengan Kementerian PUPR juga terlihat melalui aksi pengecatan sarana prasarana publik, salah satunya di area tanggul sekitar Jembatan Sosrodilogo,” jelas Wabup Nurul dalam keterangannya.
Wabup menekankan bahwa aksi kerja bakti atau korve ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat untuk memastikan fasilitas publik dalam kondisi prima. Fokus utama gerakan ini tidak hanya pada pengangkutan sampah, tetapi juga pada unsur keindahan kota.
“Pengecatan dan pembersihan ini adalah upaya kita menjaga estetika. Kita ingin saat pemudik datang, mereka melihat dan mengenal Bojonegoro sebagai daerah yang bersih, rapi, dan nyaman,” imbuhnya.
Guna memaksimalkan hasil, Pemkab mendorong dukungan dari berbagai lini Fokus pada optimalisasi pengangkutan sampah dan perawatan taman, Percepatan perbaikan fasilitas umum melalui sistem swakelola, dan Khusus 11 kelurahan di wilayah kota diinstruksikan bersinergi dengan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan permukiman.
Melalui upaya masif ini, suasana Lebaran di Bojonegoro tahun ini diharapkan terasa lebih berkesan serta memberikan rasa bangga bagi warga lokal maupun para pendatang yang tiba di Bumi Angling Dharma.






