Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Menuju Kabupaten Layak Anak 2026

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Menuju Kabupaten Layak Anak 2026

Sebarkan artikel ini
4DF38361 C9A4 447A BE06 9DB1B3D174C2

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) tancap gas mempersiapkan evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2026.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Partnership Room, Gedung Pemkab Bojonegoro, Selasa (10/3/2026), Bojonegoro secara resmi membidik predikat Nindya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, menegaskan bahwa pencapaian KLA bukan sekadar mengejar trofi atau penghargaan. Menurutnya, ini adalah amanat konstitusi untuk melindungi aset terbesar bangsa.

“Langkah mewujudkan KLA adalah kewajiban moral dan konstitusional. Kami ingin memastikan setiap anak di Bojonegoro terpenuhi haknya dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan maupun eksploitasi,” ujar Edi Susanto di hadapan peserta rapat.

Kepala Dinas P3AKB Bojonegoro, Achmad Hernowo, memaparkan tren positif capaian KLA Bojonegoro. Pada evaluasi tahun 2024, Bojonegoro meraih kategori Madya dengan nilai 691,23, meningkat signifikan dari tahun 2023 (648,37).

Untuk naik kelas ke predikat Nindya, Bojonegoro harus menembus ambang nilai 701-800. Guna mencapai target tersebut, Pemkab telah memetakan empat langkah strategis:

1. Administrasi Terpadu: Memastikan seluruh dokumentasi kegiatan sesuai dengan 24 indikator KLA.

2. Kerja Kolektif: Menghapus ego sektoral karena KLA adalah tanggung jawab lintas dinas, bukan hanya DP3AKB.

3. Pemetaan Gugus Tugas: Melakukan audit kesiapan berdasarkan 24 indikator utama secara riil.

4. Eskalasi Wilayah: Memastikan standar ramah anak terimplementasi hingga tingkat kecamatan dan desa.

Penilaian KLA tahun 2026 akan menitikberatkan pada penguatan kelembagaan dan pemenuhan lima klaster hak anak, yaitu Hak sipil dan kebebasan, Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, Kesehatan dasar dan kesejahteraan, Pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya, dan  Perlindungan khusus anak.

Rapat koordinasi ini juga menjadi ajang tukar pikiran antarwilayah. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan DP3AKB Provinsi Jawa Timur, Fasilitator KLA Jatim, serta tim teknis dari Kabupaten Tuban, Lamongan, Ngawi, dan Nganjuk.

Sinergi ini diharapkan mampu menyatukan persepsi antar-petugas teknis sehingga data dukung yang disajikan kepada Kementerian PPPA menjadi akurat dan mampu merefleksikan kondisi ramah anak di Bojonegoro secara nyata.

“Mari berikan yang terbaik demi masa depan anak-anak Bojonegoro,” pungkas Sekda Edi Susanto.