Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama seluruh pemangku kepentingan, mengumumkan keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang tahun 2025. Program strategis yang bertujuan menjaga stabilisasi harga dan pasokan pangan ini berhasil dilaksanakan sebanyak 35 kali di berbagai kecamatan, mencatatkan total omzet penjualan yang fantastis, yaitu mencapai Rp 1,094 miliar.
GPM 2025 merupakan inisiatif utama Pemkab Bojonegoro untuk memperkuat keterjangkauan harga bagi masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman dan merata di tingkat konsumen.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zainal Fanani, menekankan bahwa tingginya capaian omzet dan frekuensi pelaksanaan GPM menjadi indikasi kuat tingginya antusiasme masyarakat dan efektivitas program.
“Program GPM menjadi solusi nyata dalam menyediakan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, meningkatkan kelancaran distribusi, dan pada akhirnya, memperkuat stabilisasi harga di tingkat konsumen,” ujar Zainal Fanani saat kegiatan GPM di Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, pada Selasa (9/12/2025).
Secara keseluruhan, program ini menjangkau 19 kecamatan di Bojonegoro. Berikut adalah rincian rekapitulasi omzet penjualan GPM tahun 2025:
No. Kecamatan Frekuensi Omzet Penjualan (Rp)
1 Bojonegoro 1 kali 358.179.043
2 Kapas 3 kali 192.467.000
3 Kedewan 1 kali 89.438.000
4 Temayang 2 kali 55.460.000
5 Padangan 2 kali 42.426.000
6 Kepohbaru 2 kali 37.012.900
7 Baureno 1 kali 35.372.000
8 Dander 1 kali 34.516.800
9 Sumberrejo 1 kali 30.900.600
10 Tambakrejo 1 kali 30.261.000
11 Kasiman 1 kali 29.438.000
12 Sukosewu 1 kali 28.741.500
13 Ngambon 1 kali 20.511.500
14 Sekar 1 kali 19.533.000
15 Margomulyo 1 kali 19.333.000
16 Ngasem 1 kali 19.333.000
17 Sugihwaras 1 kali 18.906.000
18 Ngraho 1 kali 18.561.000
19 Kanor 1 kali 13.952.000
TOTAL 35 kali 1.094.733.343
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan daerah, mitra Bulog, pelaku usaha pangan, pemerintah kecamatan dan desa, BPR, serta semua pihak yang telah mendukung kelancaran GPM 2025.
“Kami berharap pelaksanaan GPM ini dapat terus membawa manfaat besar bagi masyarakat dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan Bojonegoro yang Bahagia, Makmur dan Membanggakan,” pungkasnya.






