Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) telah menunjukkan langkah cepat untuk menanggapi keluhan masyarakat tentang kelangkaan LPG 3 kilogram.
Dalam upaya memastikan ketersediaan LPG, Disdagkop UM telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari solusi secepatnya.
Sesuai dengan keterangan Plt Kepala Disdagkop UM Bojonegoro, Ahmadi, kelangkaan ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi LPG yang diakibatkan oleh cuaca buruk.
Hal ini menyebabkan kapal pengangkut dari Pertamina tidak dapat bersandar tepat waktu, sehingga pasokan ke pasar menjadi terganggu.
Namun, pihaknya menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari PIC Pertamina, pasokan LPG 3 kilogram sudah mulai kembali normal.
Untuk mengatasi masalah ini, Disdagkop UM Bojonegoro telah mengambil beberapa langkah.
Pertama, mereka mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi, guna mencegah penimbunan. Kedua, telah dikirimkan surat kepada Pertamina Patra Niaga untuk meminta penambahan kuota LPG sebanyak 3.879 metriks ton (MT).
Selain itu, rapat koordinasi dengan semua pihak terkait juga telah dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026, dan tim Disdagkop UM turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi riil serta memantau perkembangan yang terjadi.






