PemerintahanPeristiwa

Pengembangan Kecamatan Padangan Menuju Kawasan Niaga

liputanbojonegoro637
×

Pengembangan Kecamatan Padangan Menuju Kawasan Niaga

Sebarkan artikel ini
D0f07a38 8775 4989 aac2 b7acf6312e26

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dengan dukungan penuh dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menggelar diskusi strategis untuk mengembangkan Kecamatan Padangan sebagai pusat niaga, pendidikan, dan kesehatan. Pertemuan yang diadakan pada Senin(04/08/2025), bertujuan untuk merumuskan langkah awal dalam menjadikan Padangan sebagai pusat pertumbuhan baru di wilayah barat Bojonegoro.

Acara diskusi dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, para kepala OPD, kepala desa se-Kecamatan Padangan, perwakilan DPRD, akademisi, serta pemangku kepentingan strategis lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan pentingnya sinergi dan komitmen bersama untuk memajukan Padangan. “Padangan memiliki posisi yang sangat strategis. Untuk bisa bangkit dan berdaya saing, kita harus bersatu membangun semangat dan komitmen. Semangat kita satu: demi kemajuan wilayah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Menko PMK Pratikno juga memberikan pandangan visioner, melihat potensi besar Padangan sebagai simpul pertumbuhan baru. Ia menyebut bahwa dengan posisi sentralnya yang menghubungkan kota-kota besar seperti Semarang, Solo, dan Malang, Padangan berpotensi menjadi “Healing Capital of East Java” atau bahkan “The Capital City of the Region.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, Menko PMK mengusulkan konsep besar The Healing Ecosystem yang mengintegrasikan tujuh zonasi utama:

Medical District: Mengembangkan RSUD Padangan menjadi pusat pertumbuhan dengan rencana pembangunan rumah sakit kardio-paru dan pusat pendidikan dokter spesialis.

Heritage District: Menampilkan sejarah dan kejayaan Padangan di masa lalu.

Wellness Tourism: Memanfaatkan empat waduk yang ada sebagai destinasi wisata air dan kesehatan.

Art Market & Tourism: Mendukung seniman dan industri kreatif lokal.

Creative Industry and Art Heritage: Mengembangkan industri kreatif berbasis budaya lokal.

Area meditasi energi alam.

Spiritual Healing: Pusat penyembuhan spiritual.

Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi fokus diskusi, mulai dari peningkatan kualitas sekolah dasar hingga pemanfaatan teknologi untuk pendidikan bahasa Inggris. Menko PMK menegaskan bahwa kualitas pendidikan merupakan fondasi utama. “Pendidikan adalah fondasi. Tidak akan ada orang hebat yang tinggal di Padangan jika PAUD hingga SMP-nya tidak berkualitas. Kita juga perlu menghidupkan kembali kejayaan pesantren, menjadikannya pusat pendidikan yang profesional dan adaptif,” ujarnya.

Sektor pertanian juga tidak luput dari perhatian, dengan harapan Padangan bisa menjadi percontohan pertanian modern berbasis teknologi.

Pratikno menutup diskusi dengan pesan penting mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dan keberlanjutan ekonomi. Ia menekankan bahwa mengandalkan bagi hasil migas tidak akan selamanya menjadi solusi, sehingga perlu dibangun fondasi ekonomi baru yang berkelanjutan.

Diskusi ini mengukuhkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, pemerintah pusat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyusun masterplan pembangunan Padangan secara terpadu. Langkah besar ini diharapkan tidak hanya membawa kemajuan di masa sekarang, tetapi juga mewariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.