Pemerintahan

Penyaluran Pupuk Bersubsidi Bojonegoro Dekati 100%, NPK Phonska Tertinggi

liputanbojonegoro637
×

Penyaluran Pupuk Bersubsidi Bojonegoro Dekati 100%, NPK Phonska Tertinggi

Sebarkan artikel ini
A0CD0970 973A 4881 9EB1 03CE572722ED

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Menjelang masa tanam padi, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro telah menunjukkan capaian yang signifikan, bahkan mendekati 100% dari total alokasi. Capaian ini diklaim menjadi bukti keberhasilan penguatan tata kelola dan sistem digitalisasi yang semakin transparan.

Secara keseluruhan, pupuk jenis NPK Phonska mencatat tingkat realisasi penyaluran tertinggi, mencapai 90,71% dari total alokasi yang tersedia.

Sub Koordinator Pupuk dan Sarana Alat dan Mesin Pertanian DKPP Bojonegoro, Tatik Kasiati, menyampaikan bahwa tingginya realisasi ini didorong oleh sosialisasi yang masif mengenai Peraturan Presiden nomor 6 Tahun 2025.

“Kami terus memperkuat pemahaman mengenai mekanisme penyaluran, kriteria penerima manfaat, hingga jenis pupuk yang disalurkan,” ujar Tatik.

Menurut Tatik, kunci utama peningkatan akuntabilitas ini adalah implementasi sistem e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (ERDK). Sistem digital ini dirancang untuk memperkuat transparansi dan validitas data, sekaligus memastikan pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran hingga ke tangan petani.

Berikut adalah perbandingan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi per jenis di Kabupaten Bojonegoro:

1. UREA:

• Dari alokasi sebesar 62.662 ton, realisasi penyaluran telah mencapai 54.948,04 ton.

• Persentase realisasi untuk pupuk Urea berada di angka 87,69%.

• Sisa alokasi yang belum tersalurkan adalah 7.713,96 ton.

2. NPK PHONSKA:

• Pupuk NPK Phonska mencatat tingkat realisasi tertinggi. Dari alokasi 47.289 ton, sebanyak 42.895,36 ton telah tersalurkan.

• Angka ini menunjukkan persentase realisasi sebesar 90,71%.

• Sisa alokasi yang tersisa adalah 4.393,65 ton.

3. ORGANIK:

• Pupuk Organik memiliki tingkat realisasi terendah dibandingkan dua jenis lainnya. Dari total alokasi 22.083 ton, realisasinya mencapai 16.172,34 ton.

• Persentase penyaluran untuk pupuk organik adalah 73,23%.

• Sisa alokasi pupuk organik yang masih tersedia adalah 5.910,66 ton.

Meskipun pupuk Organik memiliki persentase terendah, DKPP Bojonegoro berkomitmen untuk terus mendorong penyaluran seluruh jenis pupuk sesuai kebutuhan petani.

Untuk menjamin ketersediaan pupuk di lapangan dan mendukung kelancaran kegiatan cocok tanam yang masif, DKPP Bojonegoro telah mengambil langkah proaktif.

“Kami telah mengajukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada DKPP Provinsi Jawa Timur,” tutup Tatik, menegaskan upaya pemerintah daerah dalam memastikan stok pupuk aman bagi petani.