Pemerintahan

Perkuat Ketahanan Pangan, 9 Embung Baru di Bojonegoro Rampung 100 Persen

liputanbojonegoro637
×

Perkuat Ketahanan Pangan, 9 Embung Baru di Bojonegoro Rampung 100 Persen

Sebarkan artikel ini
C9422287 1E56 4231 8D28 6245D8B5DA26

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus memacu infrastruktur pengairan. Hingga saat ini, sebanyak sembilan titik pembangunan embung di berbagai kecamatan dilaporkan telah rampung 100 persen dan siap difungsikan untuk mendukung sektor pertanian.

Pembangunan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan air baku serta meminimalisir risiko gagal panen akibat kekeringan, terutama saat debit air sungai mulai menyusut.

Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi Dinas PU SDA Bojonegoro, Bungku Susilowati, mengungkapkan bahwa dalam proses realisasinya, beberapa embung mencatatkan volume fisik yang melampaui rencana awal. Hal ini terjadi berkat optimalisasi lahan guna mendapatkan kapasitas tampung maksimal.

“Seluruh paket pekerjaan pembangunan embung ini telah mencapai target fisik 100 persen. Kami melakukan optimalisasi di lapangan agar daya tampung air lebih maksimal bagi petani,” ujar Bungku Susilowati.

Dua wilayah yang mencatatkan volume tampungan terbesar adalah:

• Desa Siwalan (Kec. Sugihwaras): Realisasi volume mencapai 8.718 m³.

• Desa Ngasem (Kec. Ngasem): Realisasi volume mencapai 8.204 m³.

Pembangunan sembilan embung tersebut tersebar di tujuh kecamatan strategis di Kabupaten Bojonegoro, yakni:

1. Kec. Kasiman: Desa Ngaglik

2. Kec. Padangan: Desa Banjarejo

3. Kec. Ngasem: Desa Ngasem

4. Kec. Sumberrejo: Desa Mlinjeng

5. Kec. Kedungadem: Desa Duwel (Paket 1), Desa Duwel (Paket 2), dan Desa Kedungadem.

6. Kec. Sugihwaras: Desa Siwalan

7. Kec. Balen: Desa Kedungdowo

Pihak Dinas PU SDA berharap infrastruktur ini segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Keberadaan embung-embung baru ini diproyeksikan mampu menjaga stabilitas pengairan lahan pertanian sepanjang musim.

“Dengan selesainya pembangunan ini, kami berharap produktivitas pertanian dapat meningkat dan risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan,” tutup Bungku.