KesehatanPemerintahan

Perkuat Peran FKTP, BPJS Kesehatan Bojonegoro Dorong Deteksi Dini

liputanbojonegoro637
×

Perkuat Peran FKTP, BPJS Kesehatan Bojonegoro Dorong Deteksi Dini

Sebarkan artikel ini
D6F2357C 75DE 4D41 AAB5 796E49EE0F01

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Optimalisasi pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) kini menjadi fokus utama BPJS Kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Bukan sekadar tempat berobat, FKTP diposisikan sebagai garda terdepan atau gatekeeper yang mengedepankan upaya pencegahan penyakit sebelum kondisi pasien memburuk.

Hal tersebut dikupas tuntas dalam talkshow SAPA! Malowopati FM, Selasa (10/03/2026). Menghadirkan Kepala Bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Era Ajar Siswadika, diskusi ini menyoroti pentingnya layanan promotif dan preventif bagi peserta JKN.

Dalam dialog yang dipandu oleh host Lia Yunita, dijelaskan bahwa FKTP mengemban empat pilar layanan utama Pemberian edukasi pola hidup sehat dan PHBS, Langkah pencegahan melalui imunisasi dan screening, Pengobatan medis, dan  Pemulihan pascasakit.

“Upaya promotif dilakukan dengan mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian. Sementara preventif adalah langkah nyata untuk menekan angka penyebaran penyakit,” ujar Era Ajar Siswadika.

Salah satu terobosan yang ditekankan adalah fitur Screening Riwayat Kesehatan pada aplikasi Mobile JKN. Peserta diimbau untuk melakukan screening minimal satu tahun sekali dengan mengisi kuesioner singkat mengenai kondisi fisik dan gaya hidup.

Era menjelaskan bahwa hasil screening ini bukanlah diagnosis final, melainkan peta risiko. “Hasilnya memberikan gambaran risiko terhadap penyakit tertentu. Jika terdeteksi ada risiko, peserta bisa segera melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan,” terangnya.

Program screening yang sudah berjalan sejak 2014 ini kini diperkuat oleh program pemerintah pusat melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG). Saat ini, FKTP fokus mengidentifikasi sekitar 14 jenis penyakit yang paling banyak ditemukan di masyarakat.

Apabila hasil screening menunjukkan risiko tinggi pada penyakit serius seperti kanker payudara, kanker rahim, talasemia, hingga hemofilia, peserta akan langsung dirujuk ke rumah sakit.

Langkah ini diambil guna memastikan penanganan medis dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang ke tahap kronis.

Melalui penguatan layanan di tingkat pertama ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan berkala semakin meningkat. Deteksi dini menjadi kunci agar risiko kesehatan dapat diketahui lebih awal, sehingga penanganan medis menjadi lebih efektif dan efisien.