Peristiwa

Petani Ngraho Bojonegoro Sukses Buat Dekomposer Sendiri

liputanbojonegoro637
×

Petani Ngraho Bojonegoro Sukses Buat Dekomposer Sendiri

Sebarkan artikel ini
E1F36DD9 3E28 4BD5 81A6 F219A6C8C4FB

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Kelompok Tani Setyo Budi Utomo di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, mulai melakukan terobosan dalam pengelolaan lahan sabtu, (14/02/2026).

Alih-alih membakar jerami pascapanen, mereka kini memproduksi dekomposer cair secara mandiri untuk meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi biaya tanam.

Kegiatan pembuatan dekomposer ini didampingi langsung oleh petugas lapangan dari Pendamping Pengukuhan Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro. Pendampingan dilakukan secara intensif guna memastikan proses fermentasi mikroba berjalan optimal sebelum diaplikasikan ke lahan.

PPL DKPP Bojonegoro, Moch. Minan, menjelaskan bahwa penggunaan dekomposer cair ini sangat strategis. Selain mempercepat penguraian bahan organik, langkah ini efektif sebagai tindakan preventif terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

“Dekomposer ini berfungsi mempercepat sisa-sisa organik seperti jerami padi menjadi unsur hara. Ini penting untuk memutus siklus hama dan penyakit yang biasanya bersembunyi di sisa tanaman musim sebelumnya,” ujar Minan dalam keterangannya.

Pemanfaatan dekomposer hasil produksi mandiri ini setidaknya memberikan tiga keuntungan konkret bagi petani setempat:

1. Efisiensi Biaya: Petani dapat menekan biaya produksi karena tidak lagi bergantung pada produk kimia pabrikan yang harganya fluktuatif.

2. Restorasi Tanah: Meningkatkan populasi mikroba baik yang mampu mengembalikan struktur dan kesuburan tanah secara alami.

3. Percepatan Masa Tanam: Sisa jerami yang biasanya lama membusuk kini dapat terurai lebih cepat, sehingga lahan siap tanam dalam waktu singkat.

Minan juga menekankan pentingnya mengubah kebiasaan lama petani yang sering membakar jerami karena dianggap praktis. Menurutnya, membakar jerami justru merusak ekosistem tanah dalam jangka panjang.

“Pembuatan dekomposer ini adalah kunci agar petani tidak lagi membakar jerami. Dengan mengembalikan bahan organik ke tanah melalui bantuan mikroba, kita sebenarnya sedang menabung kesuburan untuk masa depan,” tambahnya.

Melalui program ini, DKPP Bojonegoro berharap para petani di Kecamatan Ngraho dapat konsisten menerapkan teknologi hayati. Langkah kecil dari tingkat desa ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan lahan yang sehat dan berkelanjutan.