Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan langkah efisiensi ekstrem terhadap anggaran dan energi.
Kebijakan ini menyusul ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik Amerika Serikat dan Iran yang mulai berdampak pada stabilitas energi nasional.
Hal tersebut ditegaskan Wabup saat memimpin apel pagi di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Rabu (1/4/2026).
Dalam amanatnya, Nurul Azizah menekankan bahwa pemerintah daerah harus bergerak cepat menyikapi arahan pemerintah pusat terkait penghematan biaya operasional.
Beberapa poin utama yang wajib dijalankan oleh seluruh ASN di Bojonegoro antara lain Pemangkasan Biaya Perjalanan Dinas Anggaran perjalanan dinas dipotong hingga 50 persen, Penghematan Operasional Pengetatan belanja makan dan minum serta pembatasan konsumsi BBM di SPBU.
Ia juga Menambahkan Gerakan Bersepeda ASN didorong menggunakan sepeda atau transportasi umum untuk jarak tempuh di bawah 7 kilometer. Kebijakan “Senin Bersepeda” juga kembali diperkuat sebagai simbol efisiensi energi.
“Seluruh kebijakan ini bertujuan menjaga ketahanan fiskal daerah sekaligus mendukung kebijakan nasional dalam menghadapi tantangan energi dunia,” ujar Nurul Azizah.
Terkait sistem kerja, Wabup menyatakan bahwa saat ini kebijakan Work From Home (WFH) belum diberlakukan di Bojonegoro. Keputusan tersebut tetap merujuk pada arahan Bupati sambil menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari Menteri Dalam Negeri.
Selain masalah internal birokrasi, Nurul juga menyoroti kelangkaan LPG 3 kg yang sempat terjadi menjelang hari raya. Ia menjelaskan bahwa kendala tersebut murni disebabkan oleh faktor cuaca yang menghambat distribusi.
“Dampaknya stok di agen terbatas dan harga sempat melonjak. Sebagai solusi, kami telah mengajukan tambahan kuota 10 persen ke Pertamina dan terus menggelar operasi pasar murah di berbagai kecamatan,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga mulai bersiap menghadapi potensi penyesuaian harga minyak domestik akibat fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang sementara pemerintah daerah terus berupaya memastikan ketersediaan energi di pangkalan dan pasar tetap terjaga melalui pengawasan ketat.






