Pemerintahan

Pimpin Apel Refleksi Akhir Tahun 2025, Bupati Setyo Wahono: Integritas ASN Adalah Harga Mati

liputanbojonegoro637
×

Pimpin Apel Refleksi Akhir Tahun 2025, Bupati Setyo Wahono: Integritas ASN Adalah Harga Mati

Sebarkan artikel ini
289D79BF BB16 4133 98C6 3996491390A6

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memimpin apel rutin akhir tahun yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta karyawan-karyawati di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Putih, Rabu (31/12/2025), ini menjadi momentum krusial untuk refleksi dan evaluasi kinerja birokrasi sepanjang tahun 2025.

Apel ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Direktur RSUD, Camat, hingga Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro.

Dalam rangkaian acara tersebut, Bupati Setyo Wahono didampingi Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah menyerahkan Penghargaan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Penghargaan ini diberikan kepada unit pelayanan publik, termasuk OPD, RSUD, dan Puskesmas yang dinilai berhasil memberikan kualitas pelayanan prima dan transparan kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Bupati menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di Bojonegoro sangat bergantung pada pondasi karakter para ASN. Ia mengingatkan bahwa setiap ASN wajib memegang teguh nilai BerAKHLAK, integritas, dan etos kerja yang tinggi.

“Hari ini, di penghujung tahun 2025, menjadi momen evaluasi diri. ASN harus memiliki kapasitas yang mumpuni karena setiap sumpah dan janji jabatan akan dimintai pertanggungjawabannya,” ujar Setyo Wahono di hadapan peserta apel.

Beliau juga menyoroti pentingnya perubahan mindset (pola pikir). ASN diharapkan tidak hanya terjebak dalam rutinitas administrasi, tetapi harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan publik.

Lebih lanjut, Bupati memberikan peringatan keras mengenai pentingnya menjaga marwah instansi melalui kejujuran. Menurutnya, satu noda kecil pada integritas dapat merusak perjalanan panjang pengabdian pemerintah.

“Integritas itu wajib hukumnya dan tidak bisa ditawar. Kejujuran, tanggung jawab, dan etika kerja adalah prinsip utama. Kita harus melayani masyarakat secara profesional dan memiliki empati yang tinggi,” tegasnya.

Menutup arahannya, Bupati Setyo Wahono berharap ASN Bojonegoro mampu menjadi generasi hebat yang menyeimbangkan antara kinerja dan karakter. Target pelayanan yang sempurna hanya bisa dicapai oleh SDM yang unggul secara intelektual maupun emosional.

“SDM unggul bukan hanya soal cerdas dan terampil, tetapi juga harus sehat secara fisik, mental, dan emosional. Dengan sinergi yang kuat, kita akan menyongsong tahun depan dengan pelayanan yang lebih sempurna,” pungkas Bupati. (Prokopim)