Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Sebanyak 490 atlet pencak silat kategori anak-anak dan remaja memadati GOR MTs Muhammadiyah Kedungadem sejak Jumat (9/1/2026). Kehadiran para pesilat dari berbagai penjuru Kabupaten Bojonegoro ini dalam rangka mengikuti Regional Championship Raja Erlangga I Tahun 2026.
Kejuaraan ini merupakan buah kolaborasi antara Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Bojonegoro, Perguruan Tapak Suci Pimpinan Daerah (Pimda) 022, dan SMA Muhammadiyah (SMAM) 3 Kedungadem. Ajang yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (11/1/2026) ini bertujuan sebagai wadah pembinaan atlet usia dini sekaligus memperkuat persaudaraan antar-perguruan.
Acara dibuka secara resmi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungadem, Drs. H. Bambang Utomo, M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya melihat perbedaan perguruan sebagai kekuatan, bukan pemecah belah.
“Perbedaan bukan terletak pada nama perguruan, melainkan pada ketaatan kepada Allah SWT. Melalui kejuaraan ini, mari kita lahirkan generasi yang kokoh, berakhlak, dan siap menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka,” ujar Bambang Utomo.
Guna memastikan kelancaran acara, pengamanan ketat dilakukan melalui sinergi antara Polsek Kedungadem, Koramil, dan organisasi Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP). Kapolsek Kedungadem, AKP Mat Suiswanto, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif penyelenggaraan kejuaraan yang baru pertama kali digelar di wilayahnya tersebut.
AKP Mat Suiswanto juga menyoroti peluang karier bagi para atlet berprestasi. Ia mengingatkan bahwa prestasi di gelanggang silat dapat menjadi bekal berharga bagi siswa yang bercita-cita mengabdi kepada negara.
“Sertifikat juara dari kejuaraan ini hendaknya disimpan dengan baik. Ini bisa menjadi poin pendukung bagi adik-adik yang ingin menempuh jalur prestasi dalam seleksi anggota TNI maupun Polri,” tuturnya.
Ia menambahkan, jika pelaksanaan tahun ini sukses dan berjalan tertib tanpa gangguan kamtibmas, pihak kepolisian berkomitmen untuk mendukung penuh penyelenggaraan rutin di tahun-tahun mendatang.
Pembukaan kejuaraan ini turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, unsur Forkopimcam Kedungadem, pimpinan organisasi otonom (Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Hizbul Wathan), serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Dengan jumlah peserta yang mencapai hampir 500 atlet, Regional Championship Raja Erlangga I diharapkan menjadi batu loncatan bagi lahirnya pendekar-pendekar berbakat yang mampu mengharumkan nama Bojonegoro di kancah nasional maupun internasional.






