Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Polsek Trucuk, Polres Bojonegoro, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel. Hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran Kapolsek Trucuk, AKP Mulyono, bersama Bhabinkamtibmas dalam musyawarah desa terkait pelaksanaan lelang Tanah Kas Desa (TKD) di Desa Mori, Kecamatan Trucuk, Rabu (28/01/2026).
Musyawarah yang berlangsung secara demokratis ini dihadiri oleh Kepala Desa Mori beserta perangkatnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan warga setempat.
Kapolsek Trucuk AKP Mulyono menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam forum ini bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan juga mendukung terciptanya pengambilan keputusan yang berkeadilan bagi masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan musyawarah lelang tanah kas desa ini berjalan aman dan tertib. Pengelolaan aset desa wajib dilakukan secara terbuka agar hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” tegas AKP Mulyono dalam sambutannya.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Desa Mori memaparkan secara mendalam mengenai : Ketentuan teknis dan tata cara pendaftaran, Alokasi hasil sewa lahan yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa, dan Warga diberikan kesempatan penuh untuk bertanya dan memberikan masukan guna mencapai mufakat.
AKP Mulyono menambahkan bahwa keterbukaan informasi seperti ini sangat penting untuk mencegah potensi konflik sosial atau kesalahpahaman di kemudian hari. “Dengan musyawarah terbuka, setiap keputusan dapat dipahami dan diterima bersama, sehingga situasi Kamtibmas tetap harmonis,” imbuhnya.
Hingga akhir kegiatan, jalannya musyawarah terpantau aman dan kondusif. Seluruh pihak yang hadir menyepakati poin-poin lelang dengan mengedepankan prinsip transparansi.
Melalui langkah ini, Polsek Trucuk berharap pengelolaan aset desa di seluruh wilayah Kecamatan Trucuk dapat menjadi contoh tata kelola yang baik, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.






