Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Alun-alun Bojonegoro yang menjadi ikon pusat kota dipastikan akan mendapatkan sentuhan baru pada tahun 2026.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah mengalokasikan dana sebesar Rp 28 miliar untuk memperbarui fungsi ruang publik tersebut agar lebih terintegrasi dengan fasilitas publik lainnya.
Penataan ulang ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan Kabupaten Bojonegoro, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Satito Hadi, menjelaskan bahwa revitalisasi alun-alun tidak akan dilakukan dengan pembongkaran total.
Melainkan, penataan yang signifikan akan dilakukan agar aspek sosial dan ekonomi masyarakat lokal tetap terjaga.
Langkah ini selaras dengan aspirasi masyarakat serta arahan dari Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dan Wakil Bupati, Nurul Azizah.
Dalam perencanaan revitalisasi, terdapat perhatian khusus terhadap perlunya menjaga nilai historis serta fungsi sosial. Penataan lahan parkir dan sentralisasi pedagang kaki lima juga menjadi perhatian utama.
Selain itu, pentingnya ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kota untuk menjaga kualitas udara dan menyediakan ruang sehat bagi masyarakat menjadi salah satu fokus utama proyek ini.
Proyek diharapkan dapat mulai dikerjakan pada pertengahan 2026.
“Alun-alun adalah wajah kota. Kami ingin menjadikannya lebih representatif sebagai ruang publik yang ideal bagi pengunjung,” ungkap Satito Hadi, Selasa, (20/01/2026).
Revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bojonegoro untuk menyediakan ruang terbuka hijau berkualitas di tengah kota dan akan dipantau ketat selama proses perbaikan berlangsung.








