KesehatanPemerintahan

RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Imbau Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

liputanbojonegoro637
×

RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Imbau Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

Sebarkan artikel ini
550EBA8F BEFE 4248 832A 1F8268992086

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Penyakit campak kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak di tahun 2026. Meski tergolong penyakit lama, penyebarannya di Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren peningkatan yang dipicu oleh rendahnya cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut menjadi bahasan utama dalam talkshow radio program SAPA! (Selamat Pagi) Bojonegoro di Malowopati FM bersama narasumber dr. Khairiyah Amalia, Sp.A, spesialis anak dari RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Rabu (08/04/2026).

Dalam pemaparannya, dr. Khairiyah mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh virus measles ini. Menurutnya, campak bukan sekadar ruam kulit biasa, melainkan infeksi sistemik yang dapat menyerang organ vital.

“Campak itu kelihatan ringan, tapi tidak bisa disepelekan. Apalagi jika sudah menimbulkan komplikasi hingga ke otak (ensefalitis) yang dapat menyebabkan kejang,” tegas dr. Khairiyah.

Data medis mencatat telah ditemukan lima kasus campak pada anak di Bojonegoro sepanjang Februari hingga awal April 2026. Meski mayoritas pasien menjalani perawatan ringan selama 3-5 hari, potensi ledakan kasus tetap tinggi.

Faktor utama kembalinya penyakit ini antara lain:

• Gap Imunisasi: Banyak anak yang belum mendapatkan proteksi lengkap akibat penundaan selama masa pandemi COVID-19.

• Sentimen Negatif: Kekhawatiran orang tua terhadap efek samping vaksin.

• Hoaks: Maraknya informasi salah terkait keamanan imunisasi yang beredar di masyarakat.

Dr. Khairiyah menjelaskan bahwa orang tua harus waspada jika anak mengalami demam tinggi mencapai 38,5 hingga 40 derajat Celsius yang disertai batuk dan pilek.

Tanda klinis yang membedakan campak dengan penyakit lain (seperti Roseola) adalah:

1. Bercak Koplik: Muncul bintik putih menyerupai sariawan di dalam mulut.

2. Ruam Serentak: Ruam merah muncul justru saat demam sedang berada di titik tertinggi.

3. Daya Tular Tinggi: Satu anak yang terinfeksi dapat menularkan virus ke 10 hingga 15 anak lainnya melalui udara (batuk dan bersin), bahkan sebelum gejala ruam terlihat jelas.

Mengingat balita merupakan kelompok yang paling rentan karena daya tahan tubuh yang belum stabil, dr. Khairiyah meminta para ibu dan pengasuh untuk lebih waspada karena mereka juga berisiko tertular saat berinteraksi dengan anak yang sakit.

Pihak RSUD Sosodoro Djatikoesoemo mengimbau masyarakat untuk segera melengkapi status imunisasi anak di fasilitas kesehatan terdekat.

Edukasi yang benar dari tenaga medis diharapkan mampu menangkal hoaks dan menjadi kunci utama dalam melindungi anak-anak Bojonegoro dari ancaman campak di tahun 2026 ini.