Pemerintahan

Sinergi Kuat NU dan Pemerintah Daerah di Bojonegoro: Pelantikan PCNU dan Banom Masa Khidmat 2025-2030

liputanbojonegoro637
×

Sinergi Kuat NU dan Pemerintah Daerah di Bojonegoro: Pelantikan PCNU dan Banom Masa Khidmat 2025-2030

Sebarkan artikel ini
Ee063ee3 5047 4ce6 a3e6 4704e4d4db8a

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro, – Momentum penting terjadi di Bojonegoro dengan dilantiknya pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan badan otonomnya (Banom) untuk masa khidmat 2025–2030.

Acara yang diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga simbol kuat sinergi antara NU dengan pemerintah daerah dalam membangun Bojonegoro.

Acara pelantikan yang menjadi bagian penutup dari rangkaian NU Fest 2025 ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Hadir di antaranya adalah Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta ribuan warga NU. Hal ini menunjukkan antusiasme dan dukungan besar terhadap kepemimpinan baru NU di Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono mengucapkan selamat kepada para pengurus baru dan mengapresiasi kedewasaan demokrasi yang ditunjukkan oleh PCNU Bojonegoro. “Alhamdulillah, demokrasinya sudah dewasa. Di Bojonegoro, lempar-lempar jajan, bukan kursi,” ujarnya yang disambut tawa hadirin.

Setyo Wahono juga menekankan bahwa PCNU dan Banom-nya adalah aset yang harus dijaga dan diharapkan mampu menjalankan kaderisasi dengan baik. Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara NU dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam membangun kemandirian ekonomi. Mengingat ketergantungan Bojonegoro pada hasil minyak, Bupati berharap NU dapat berperan aktif.

“Kami mohon NU dan Banom bisa ikut membangun ekonomi masyarakat secara mandiri,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Emil Dardak menyebut acara pelantikan ini sebagai yang terbesar yang pernah disaksikannya. Emil menggarisbawahi pentingnya membangun ekonomi lokal di tengah ketidakpastian global.

“Jatim merupakan seperenam kekuatan ekonomi nasional. Jika kita kokoh secara ekonomi, dampaknya pasti akan terasa,” jelas Emil.

Ia juga berharap NU Bojonegoro bisa menjadi pionir dalam menginisiasi program unggulan berbasis ekonomi pesantren, terinspirasi dari program EkoTren (Ekonomi Pesantren) yang lahir di Jawa Timur.

Pelantikan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan NU Fest 2025 yang diselenggarakan oleh PCNU Bojonegoro, yang sebelumnya telah mengadakan Khataman Al-Qur’an, Jalan Sehat Bersarung, dan Gebyar Musik. Kemeriahan acara juga didukung oleh stand-stand bazaar yang memenuhi area kampus UNUGIRI.

Dengan dilantiknya pengurus baru, PCNU dan Banom di Bojonegoro diharapkan dapat menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan. Semangat kolaborasi, sinergi, dan kemandirian ekonomi menjadi kunci utama bagi NU dan Pemkab untuk bersama-sama memajukan Bojonegoro.

(Prokopin)