Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Sebagai upaya mengasah talenta dan memperkuat karakter siswa sejak dini, SMPN 2 Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, kembali menggelar ajang bergengsi Spendago Got Talent 2026.
Kegiatan yang memasuki tahun keempat ini diikuti oleh lebih dari 35 siswa-siswi terbaik tingkat SD/MI dari wilayah Kecamatan Sugihwaras dan sekitarnya.
Perhelatan yang berlangsung mulai tanggal 9 hingga 14 Februari 2026 ini menampilkan beragam cabang kompetisi yang lebih variatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Para peserta berkompetisi dalam bidang olahraga seperti bola voli, futsal, dan petanque; bidang keagamaan melalui lomba tahfidz; hingga bidang akademik melalui Olimpiade TKA, MIPA, serta speech contest and conversation.
Plt Kepala SMPN 2 Sugihwaras, Halim Mustar, mengungkapkan bahwa visi utama kegiatan ini adalah kolaborasi pendidikan dasar dan pengembangan bakat. Dalam kesempatan tersebut, Halim juga menyampaikan rasa bangganya atas capaian sekolah yang dipimpinnya.
“Kami sangat bangga atas anugerah yang diterima SMPN 2 Sugihwaras sebagai satu-satunya ‘SMP Hebat’ di Bojonegoro dari Menko PMK, Bapak Pratikno. Ini adalah hasil kekompakan para guru dalam menyukseskan proses belajar siswa,” ujar Halim.
Apresiasi tinggi juga datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Koordinator Pengawas, Muhadi, menyatakan bahwa meskipun SMPN 2 Sugihwaras terletak jauh dari akses jalan utama, sekolah ini memiliki karakter unik yang patut dicontoh.
“Kegiatan ini berjalan konsisten selama empat tahun dan bernilai karakter tinggi. Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk melakukan refleksi dan perencanaan yang matang demi pengembangan bakat siswa,” tutur Muhadi.
Ketua Panitia, Santo, menjelaskan bahwa tahun ini merupakan titik transformasi bagi Spendago Got Talent. Jika tahun lalu hanya fokus pada bidang olahraga, tahun ini panitia memperluas jangkauan ke bidang pengetahuan dan spiritual.
“Kami ingin menggali potensi siswa secara menyeluruh. Harapannya, ketika ada perlombaan di tingkat kabupaten atau provinsi, anak-anak sudah memiliki kesiapan mental dan kemampuan yang teruji,” jelasnya.
Sebelum kompetisi dimulai, rangkaian acara telah diawali dengan Workshop TKA (20 Januari 2026), dan Workshop Literasi dan Numerasi (27 Januari 2026) atas permintaan orang tua siswa.
Acara akan mencapai puncaknya pada Sabtu, 14 Februari 2026. Selain penyerahan hadiah bagi para pemenang, panggung utama akan dimeriahkan oleh penampilan talenta-talenta muda dari jenjang SMA/SMK sebagai bentuk apresiasi seni dan budaya, yang juga mendapat dukungan dari budayawan setempat, Suyanto.






