Pariwiata&KulinerPemerintahan

Surgantara Farm: Agrowisata Melon Premium di Balen Bojonegoro

liputanbojonegoro637
×

Surgantara Farm: Agrowisata Melon Premium di Balen Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
E2E5BC37 0B62 4188 8D9D EFE62CD3F516

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Desa Kenep, Kecamatan Balen, kini memiliki ikon wisata baru yang tengah mencuri perhatian masyarakat. Surgantara Farm, sebuah destinasi agrowisata berbasis pertanian modern, hadir menawarkan pengalaman unik memetik melon premium langsung dari pohonnya di dalam kompleks greenhouse.

Didirikan pada Agustus 2025, kebun ini merupakan buah pemikiran dari Marjuki, seorang petani visioner yang memilih jalur teknologi untuk memajukan pertanian desa. Dengan ketelatenan tinggi, ia menyulap lahan tersebut menjadi rumah bagi ratusan tanaman melon berkualitas tinggi yang tertata rapi.

Berbeda dengan kebun konvensional, Surgantara Farm mengusung konsep pertanian modern. Saat ini, terdapat tujuh unit greenhouse berukuran 40 x 10 meter yang menjadi tulang punggung produksi.

Dalam proses budidayanya, Marjuki menerapkan metode Matchida, sebuah teknik pengaturan cabang tanaman yang bertujuan mengoptimalkan produktivitas.

Setiap unit diisi sekitar 148 pohon, Satu pohon mampu dikembangkan menjadi 3–5 cabang, dengan potensi menghasilkan hingga lima buah melon per cabang, dan Dalam satu siklus tanam (90 hari), satu unit greenhouse mampu menghasilkan panen mencapai 1,2 ton.

Surgantara Farm membudidayakan empat varietas melon premium, yakni Sagami, White Hami (F9), Golden, dan Delesen. Di antara keempatnya, varietas Sagami menjadi yang paling dicari oleh para pelancong.

“Sagami rasanya paling manis dan teksturnya renyah. Itu yang membuat banyak orang ketagihan dan selalu mencarinya,” ujar Marjuki saat ditemui di sela-sela kegiatannya merawat tanaman.

Kualitas premium ini dibarengi dengan harga yang kompetitif, berkisar antara Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai sebanding dengan cita rasa konsisten dan pengalaman wisata edukatif yang didapatkan pengunjung.

Meski tantangan seperti serangan hama tetap ada, Marjuki tetap optimis. Ia memiliki cita-cita besar agar Desa Kenep dikenal secara luas sebagai Sentra Melon Manis di Bojonegoro.

Lebih jauh, keberadaan Surgantara Farm diharapkan menjadi pelecut semangat bagi generasi muda untuk kembali melirik sektor pertanian. Dengan sentuhan inovasi dan disiplin, pertanian terbukti mampu menjadi sektor yang menjanjikan secara ekonomi sekaligus menjadi kebanggaan daerah di era modern.