Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026, sinergi nyata ditunjukkan oleh insan pers dan TNI di Kabupaten Bojonegoro.
Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Bojonegoro bersama jajaran Babinsa Posramil 19/Gondang Kodim 0813 Bojonegoro melakukan penanaman 600 bibit pohon produktif di kawasan hutan, Kamis (12/2/2026).
Aksi penghijauan bertajuk “PJI Peduli Kelestarian Alam dan Ketahanan Pangan” ini menyasar lahan seluas 1,5 hektare di RPH Sukun Petak 164, Dusun Sukun, Desa Sambungrejo, Kecamatan Gondang. Bibit yang ditanam meliputi pohon alpukat, nangka, dan kluwih.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, di antaranya Pengurus DPC PJI Bojonegoro, jajaran administrasi Perhutani KPH Bojonegoro, Forkopimcam Gondang, Pemerintah Desa Sambungrejo, hingga perwakilan pendidikan dari SMP Negeri 1 Gondang.
Ketua PJI Bojonegoro, Syamsul Anam, menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial belaka. Ia menyebut aksi ini sebagai komitmen jangka panjang insan pers terhadap keseimbangan ekosistem.
“Penanaman ini memiliki fungsi ganda; sebagai konservasi untuk mencegah erosi dan banjir, serta sebagai investasi ekonomi bagi warga sekitar melalui hasil pohon produktif tersebut,” ujar Syamsul.
Kepala Desa Sambungrejo, Eko Prastyo, menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya wilayah Dusun Sukun sebagai lokasi penghijauan. Menurutnya, wilayah tersebut kerap menjadi langganan banjir akibat berkurangnya tutupan hutan.
“Di wilayah kami masih sering terjadi penebangan liar yang membuat hutan gundul. Melalui gerakan ini, kami berharap kesadaran masyarakat meningkat untuk menjaga hutan tetap lestari,” ungkap Eko.
Senada dengan hal tersebut, Danposramil 19/Gondang, Peltu Yitno Kuncono, memuji peran aktif jurnalis yang tidak hanya bergerak di bidang informasi, tetapi juga peduli pada isu lingkungan.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama. Pers adalah mitra strategis TNI dalam menjaga kondusifitas wilayah. Dengan hadir langsung memberikan manfaat nyata seperti ini, kita sedang menyiapkan lingkungan yang sehat untuk generasi masa depan,” pungkas Peltu Yitno.
Gerakan ini diharapkan menjadi pemicu bagi elemen masyarakat lainnya untuk terus melakukan aksi reboisasi secara berkelanjutan di wilayah-wilayah rawan bencana di Bojonegoro.





