Liputanbojonegoro.com, Ponorogo – Sejak tahun 2023, sektor pariwisata di Ponorogo telah menunjukkan tren yang sangat positif. Salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan ini adalah Telaga Ngebel, yang menjadi penyokong terbesar pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Dengan pemandangan alam yang indah dan berbagai aktivitas yang ditawarkan, Telaga Ngebel terus menarik perhatian pengunjung, baik lokal maupun luar daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, pada hari Kamis, (11/09/2025), menyampaikan optimisme untuk memenuhi target PAD senilai Rp 6,5 miliar pada tahun 2025.
Dia menekankan pentingnya menciptakan event menarik untuk mendorong kunjungan ke Telaga Ngebel. “Menuju akhir tahun, tidak boleh santai. Harus ada event agar orang akan terus berkunjung ke Telaga Ngebel,” ungkap Judha.
Ini menunjukkan kerjasama antara pemerintah dan pelaku usaha lokal sangat diperlukan untuk mencapai target tersebut.
Pada saat libur panjang akhir pekan yang bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, jumlah pengunjung Telaga Ngebel meningkat pesat. Hal ini tidak hanya menguntungkan bagi pengelola objek wisata, tetapi juga bagi pedagang dan penyedia jasa wisata.
Judha mencatat bahwa retribusi yang dihasilkan pada akhir pekan tersebut naik dua kali lipat dibandingkan hari biasa, memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal.
Realisasi PAD sektor pariwisata pun menunjukkan kenaikan signifikan dari tahun ke tahun, mencapai Rp 4,4 miliar pada 2023 dan Rp 5 miliar pada 2024.






