Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memimpin apel pagi rutin di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro pada Rabu, (21/01/2026), Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya peningkatan integritas dan pelayanan maksimal bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Bupati menegaskan bahwa esensi dari seorang ASN adalah menjadi pelayan masyarakat. Oleh karena itu, profesionalisme yang dibarengi dengan kejujuran dan empati menjadi kunci utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
“ASN adalah bagian dari pelayan masyarakat. Maka sudah seharusnya kita melayani dengan baik, dengan jujur, dengan benar, dan yang paling penting adalah melayani dengan hati,” ujar Setyo Wahono di hadapan peserta apel.
Selain masalah integritas, Bupati juga menantang seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak berhenti berinovasi. Ia berharap munculnya terobosan-terobosan baru yang tidak hanya sekadar formalitas, tetapi mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
“Saya minta tolong jika Bapak-Ibu memiliki ide atau terobosan baru, segera sampaikan. Ini adalah bagian dari upaya kolektif kita untuk memberikan pelayanan yang jauh lebih baik,” tambahnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas kinerja nyata, Bupati menyerahkan penghargaan kepada jajaran kesehatan yang meraih predikat “Sangat Baik” berdasarkan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) e-Jatim tahun 2025.
Daftar Puskesmas Berprestasi 2025:
• Terbaik I: Puskesmas Malo
• Terbaik II: Puskesmas Baureno
• Terbaik III: Puskesmas Gondang
Guna mendukung operasional pelayanan di lapangan, Pemkab Bojonegoro juga mendistribusikan bantuan sarana prasarana (sarpras) medis kepada sejumlah RSUD dan Puskesmas:
1. RSUD Sosodoro Djatikoesoemo: Alat Kesehatan.
2. RSUD Sumberrejo: Alat Kesehatan dan Sertifikat Lahan.
3. RSUD Padangan: Mobil Ambulans Emergency, Mobil Jenazah, dan Alat Kesehatan.
4. RSUD Kepohbaru: Alat Kesehatan.
Selain itu, Bupati menyerahkan 6 unit mobil Puskesmas Keliling yang dialokasikan untuk Puskesmas Baureno, Dander, Gayam, Balen, Ngumpakdalem, dan Purwosari. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat akses layanan kesehatan hingga ke pelosok desa di wilayah Kabupaten Bojonegoro. (Prokopim)






