Pemerintahan

Wabup Bojonegoro Kukuhkan Kampung Siaga Bencana, Wujudkan Desa Mandiri

liputanbojonegoro637
×

Wabup Bojonegoro Kukuhkan Kampung Siaga Bencana, Wujudkan Desa Mandiri

Sebarkan artikel ini
7FDFD774 A185 4D9B B066 D23A6BD5E8C6

Liputanbojonegoro.com , Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial hari ini, Senin (17/11/2025), menyelenggarakan Pengukuhan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kampung Siaga Bencana (KSB) Tahun 2025-2028. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Pungpungan, Kalitidu, ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang mengancam Bojonegoro.

Secara geografis, Bojonegoro memiliki kerawanan bencana yang kompleks: wilayah utara rawan banjir luapan Bengawan Solo, sementara wilayah selatan yang berbukit rawan banjir bandang dan tanah longsor. Selain itu, daerah ini juga rawan terhadap kekeringan, puting beliung, dan kebakaran.

Pembentukan KSB ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang telah dilaksanakan pada Februari 2025. Kegiatan ini fokus pada empat kecamatan yang dilewati Sungai Bengawan Solo dan memiliki kerawanan ganda, yaitu banjir saat musim hujan dan kekeringan saat kemarau: Kecamatan Ngraho, Kecamatan Kalitidu, Kecamatan Malo, Kecamatan Trucuk

Kepala Dinas Sosial, Agus Setyo Hardiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana, serta memberikan pemahaman mendalam tentang tugas dan kesiapsiagaan anggota KSB.

“Maksud dari kegiatan ini [adalah] meningkatkan kapasitas dan kemampuan serta pemahaman kepada anggota tim KSB tentang pelaksanaan tugas dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana,” kata Agus Setyo Hardiyanto.

Total anggota KSB dari empat kecamatan ini berjumlah 230 orang, dengan 75 orang mengikuti pengukuhan dan 60 orang di setiap KSB mengikuti bimtek. Narasumber dalam bimtek berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan difasilitasi oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bojonegoro.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, usai mengukuhkan anggota KSB, menekankan pentingnya kemandirian desa dalam penanganan bencana.

“Dengan dibentuknya KSB ini Desa-desa ini diharapkan bisa mandiri. Tim ini intinya adalah ketika ada bencana bisa sedini mungkin bisa menyelesaikan, kemudian ada kebencanaan yang sesegera diselesaikan. Maka nanti saya berharap setelah dikukuhkan benar-benar bekerja,” ujar Wakil Bupati.

Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih dan harapan besar kepada anggota KSB yang terpilih.

“Selamat karena Bapak Ibu dilantik ini adalah pilihan dari sekian orang. Maka tanggung jawab ada di pundak Bapak Ibu. Kita berikhtiar. Mudah-mudahan Bojonegoro lebih aman, Bahagia, Makmur, Membanggakan,” pungkasnya.

Pembentukan KSB ini diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari ancaman dan risiko bencana melalui pemanfaatan sumber daya lokal, serta mewujudkan penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat. (Prokopim)