Peristiwa

Wamenkop di Bojonegoro: Fatayat NU Kelola Koperasi Desa

liputanbojonegoro637
×

Wamenkop di Bojonegoro: Fatayat NU Kelola Koperasi Desa

Sebarkan artikel ini
651B559D 7CB6 4FE5 8B35 6EDB36E98E66

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia (Wamenkop RI), Hj. Farida Farichah, M.Si, menekankan pentingnya peran perempuan desa dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Raya Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU se-Anak Cabang Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (8/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Farida yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU, mendorong para kader untuk terlibat aktif dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih, sebuah program unggulan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Farida menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi kini tengah memfasilitasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa di Indonesia. Program ini dirancang bukan sekadar koperasi biasa, melainkan pusat ekonomi yang memiliki fasilitas lengkap.

“Setiap desa akan memiliki Koperasi Desa Merah Putih dengan fasilitas yang mumpuni; ada gedungnya, gerai sembako atau minimarket, klinik kesehatan, tempat penjualan produk UMKM, hingga gudang penyimpanan,” ujar Farida di hadapan ratusan kader Fatayat.

Meskipun terbuka bagi seluruh warga desa, Farida secara spesifik mengajak kader Fatayat NU untuk menduduki posisi strategis sebagai pengurus atau pengawas. Menurutnya, kader Fatayat memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan manajemen koperasi.

Fatayat Matang Berorganisasi Terbiasa dengan tata kelola organisasi dan birokrasi, Administrasi Tertib Memahami tugas pengawasan dan pembuatan laporan pertanggungjawaban, dan Fatayat mempuyai Karakter Amanah di karenan Perempuan dikenal lebih telaten dan disiplin dalam mengelola usaha serta keuangan.

“Yang paling tepat menjadi pengurus Koperasi Desa Merah Putih adalah sahabat-sahabat Fatayat. Jika hari ini belum menjadi pengurus, minimal jadi anggota. Jadikan ini mitra untuk belajar mengelola usaha dan mengembangkan SDM,” tegasnya.

Lebih lanjut, Farida memaparkan visi besar mengenai ekosistem ekonomi yang terintegrasi. Produk-produk UMKM hasil karya kader Fatayat, seperti keripik, tempe, hingga kain, nantinya tidak hanya dipasarkan di satu desa saja.

“Semua desa di Bojonegoro akan terhubung dalam satu jaringan. Jika permintaan meningkat dan kualitas terjaga, produksi akan naik. Ini adalah peluang besar bagi kemandirian ekonomi perempuan desa,” jelas Farida.

Menutup arahannya, Farida menginstruksikan para Ketua Ranting Fatayat NU untuk segera bergerak melakukan silaturahmi dan audiensi dengan kepala desa maupun pengurus koperasi setempat. Sinergi ini dianggap krusial agar kehadiran Fatayat NU dapat dirasakan manfaatnya secara nyata dalam pembangunan ekonomi desa.

Dengan pengelolaan yang profesional dan kolaboratif, Farida optimis Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi motor penggerak utama kesejahteraan masyarakat desa sekaligus memperkuat posisi perempuan dalam pembangunan nasional.