NasionalPariwiata&Kuliner

Wapres UNESCO Geopark Tinjau Kayangan Api Bojonegoro

liputanbojonegoro637
×

Wapres UNESCO Geopark Tinjau Kayangan Api Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
03D0E889 9553 4A79 8CFF 75B6DA60BE5B

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Langkah Geopark Bojonegoro menuju kancah internasional semakin mantap. Wakil Presiden UNESCO Global Geopark (UGGp), Prof. Ibrahim Komo, melakukan kunjungan kerja strategis ke objek wisata geologi Kayangan Api, Bojonegoro, Sabtu (17/1/2026) malam.

Kunjungan pakar geologi terkemuka asal Malaysia ini bertujuan untuk meninjau langsung kelayakan dan keunikan fenomena geologi di Bojonegoro sebagai bagian dari persiapan menuju sertifikasi UNESCO.

Dalam kunjungannya, Prof. Ibrahim didampingi oleh jajaran Bappeda dan Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Forum Geopark Jatim, serta perangkat daerah terkait dari Kabupaten Bojonegoro.

Dalam pengamatannya, Prof. Ibrahim Komo memberikan apresiasi terhadap kestabilan aliran gas alam yang menghasilkan api abadi di Kayangan Api. Ia menekankan bahwa status “sumber daya yang dapat habis” pada gas alam tidak menjadi penghalang bagi sebuah geosite untuk diakui dunia.

“Mendengar keterangan bahwa gas dapat habis, itu tidak menjadi hambatan menuju UNESCO. Dalam menilai warisan geologi, yang terpenting adalah kepentingan bagi bangsa dan bagaimana evolusi geologi tersebut memiliki signifikansi secara internasional,” tegas Prof. Ibrahim.

General Manager Geopark Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur Prasetijo, menjelaskan bahwa Geopark Bojonegoro memiliki identitas unik yang membedakannya dengan geopark lain di Indonesia, yakni fokus pada sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas).

“Geopark Bojonegoro telah berkembang sejak 2017 meski sempat menghadapi tantangan pandemi. Karakteristik berbasis migas ini adalah tantangan sekaligus keunggulan kami. Kami berharap kunjungan ini memberikan evaluasi dan penguatan bagi kami untuk segera bergabung dalam jaringan UNESCO,” ujar Kusnandaka.

Selain aspek teknis geologi, kunjungan ini juga menonjolkan sisi kearifan lokal. Suasana malam di Kayangan Api diperhangat dengan prosesi makan tumpeng bersama di bawah iringan musik gamelan Jawa.

Hal ini menunjukkan bahwa Geopark Bojonegoro tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga koeksistensi antara fenomena geologi dengan budaya masyarakat setempat.

Dengan kunjungan ini, pemerintah daerah berharap rekomendasi dari tim UGGp dapat segera ditindaklanjuti untuk mempercepat status Bojonegoro sebagai bagian dari warisan geologi dunia yang diakui secara resmi.