Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menggenjot upaya pengurangan pengangguran lewat kolaborasi strategis dengan dunia industri.
Langkah konkret ini diwujudkan dengan memfasilitasi kegiatan walk-in interview PT Shou Fong Lastindo yang dipusatkan di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo.
Perusahaan industri alas kaki pembuat sepatu dan sandal tersebut membuka lowongan kerja massal untuk memenuhi kebutuhan hingga 3.000 tenaga kerja.
Besarnya peluang ini disambut luar biasa oleh masyarakat lokal, di mana jumlah pelamar yang tercatat membludak hingga 10.333 orang, termasuk di dalamnya para pencari kerja dari kalangan penyandang disabilitas.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, hadir langsung di lokasi guna memberikan dukungan penuh serta memantau optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal.
Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak demi meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, menjelaskan bahwa fasilitasi rekrutmen langsung ini merupakan bentuk intervensi aktif pemerintah daerah dalam memangkas jarak antara pencari kerja dan pasar industri.
“Melalui kegiatan ini, pencari kerja tidak hanya mendapat akses informasi lowongan secara transparan, tetapi juga bisa langsung mengikuti seleksi sesuai standar perusahaan,” ujarnya.
Pihak PT Shou Fong Lastindo merinci bahwa pemenuhan 3.000 kuota tenaga kerja tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga April 2027.
Pengaturan ini disesuaikan dengan tahapan pelatihan, pengalaman kerja, serta kesiapan mental dan fisik sebelum para pekerja diterjunkan langsung ke lini operasional produksi.
Perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses seleksi ini bersifat resmi dan gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Para pelamar diimbau untuk mengikuti prosedur yang berlaku serta berhati-hati terhadap aksi penipuan dari oknum tidak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
Dukungan serupa datang dari DPRD Kabupaten Bojonegoro. Anggota DPRD Bojonegoro, Choirul Anam, menilai sinergi lintas sektoral antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat krusial dalam mendongkrak pendapatan keluarga dan menekan angka pengangguran secara signifikan.
Ke depan, Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk terus menjaga kesinambungan antara dunia pendidikan, program pelatihan kompetensi, dan kebutuhan riil industri.
Dengan cara ini, tenaga kerja lokal diharapkan memiliki daya saing tinggi, siap kerja, dan mampu berkontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian daerah.






