Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah terus menggeber upaya pengentasan pengangguran. Penurunan angka pengangguran kini dipatok sebagai salah satu dari lima program prioritas tematik daerah.
Sepanjang 2026, Pemkab Bojonegoro tercatat telah membuka dan menyerap ribuan kesempatan kerja baru bagi masyarakat. Salah satu gebrakan terbesarnya adalah sinergi dengan pabrik sepatu PT Shou Fong Lastindo yang menyerap 3.000 tenaga kerja.
Proses rekrutmen massal melalui walk-in interview yang digelar pertengahan Oktober lalu menyedot animo luar biasa. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) Bojonegoro, total pendaftar mencapai 14.250 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.333 pelamar dinyatakan memenuhi syarat, yang terdiri atas 5.910 laki-laki, 4.423 perempuan, serta memberikan kuota khusus bagi 151 penyandang disabilitas.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa pemkab menyambut baik kehadiran Penanaman Modal Asing (PMA), namun dengan catatan investasi tersebut harus memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga lokal.
“Dari kuota 3.000 yang dibutuhkan, diharapkan penyerapan tenaga kerja dapat berjalan seimbang serta sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Kami juga mengapresiasi pelibatan tenaga kerja disabilitas sebagai wujud harmonisasi dan kesetaraan dalam dunia kerja,” ujar Nurul Azizah saat memantau langsung proses seleksi.
Selain pabrik sepatu, penyerapan tenaga kerja di Bojonegoro juga disokong dari berbagai sektor lain. Di antaranya relokasi pabrik dari Babat yang menyerap 400 tenaga kerja, 600 tenaga kerja dari pabrik rokok lokal, serta sinergi sebelumnya dengan Pabrik Rokok MPS Dander pada 2025 yang menyerap 3.200 tenaga kerja.
Ke depan, pemkab juga bersiap memperluas kawasan industri baru yang tertuang dalam RPJMD dan RTRW. Kawasan industri ini direncanakan hadir di Kecamatan Temayang, Sugihwaras, dan Kedungadem bekerja sama dengan Perhutani.
Berbagai langkah taktis ini terbukti efektif menekan angka pengangguran. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan yang konsisten, yakni dari 4,63 persen pada 2023, turun ke 4,42 persen pada 2024, hingga menyentuh angka 3,90 persen pada Agustus 2025. Sebaliknya, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) melonjak signifikan hingga 78,61 persen pada 2025.
Sebagai program jangka panjang, Pemkab Bojonegoro melalui Dinperinaker dan Dinpora juga menggulirkan bursa kerja PEKAN BEJO (Bojonegoro Enggal Kerjo) serta Pelatihan Kompetensi dan Bahasa—mulai dari bahasa Jepang hingga sembilan kejuruan tersertifikasi seperti K3, forklift, welding, dan barista—yang sukses mencatat tingkat penyerapan kerja pascapelatihan sebesar 56,90 persen pada triwulan pertama 2026.
Tidak hanya fokus pada sektor formal, pemkab turut aktif membibit wirausaha muda lewat bootcamp wirausaha dan fasilitasi pendaftaran 919 merek usaha secara gratis.
Di sektor jaminan sosial, komitmen perlindungan bagi pekerja rentan seperti buruh tani, tukang ojek, hingga penyandang disabilitas terus diguyur anggaran.
Pada APBD 2026, alokasi Universal Coverage Jamsostek (UCJ) disiapkan sebesar Rp 31,3 miliar, menyusul prestasi Bojonegoro yang sukses menyabet Juara 1 se-Jawa Timur dalam ajang Paritrana Award 2024.






