Budaya

Penghargaan HJB ke-349: Pemkab Bojonegoro Apresiasi Tokoh Budaya Lokal

×

Penghargaan HJB ke-349: Pemkab Bojonegoro Apresiasi Tokoh Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan apresiasi kepada sejumlah warga yang berprestasi dan berkontribusi nyata di berbagai bidang.

Penyerahan penghargaan tersebut dilangsungkan usai upacara peringatan Hari Jadi ke-349 Bojonegoro di Alun-Alun Bojonegoro, Selasa (20/10/2026).

Pada tahun ini, penghargaan khusus di bidang kebudayaan dianugerahkan kepada dua tokoh lokal, yakni Suyanto selaku budayawan dan praktisi pencak silat, serta Bambang Sutrisno selaku sesepuh Samin sekaligus generasi kelima Samin Surosentiko.

Suyanto diganjar penghargaan atas kiprah gemilangnya memperkenalkan seni bela diri tradisional ke kancah internasional.

Baru-baru ini, ia didapuk sebagai pemateri dalam Festival Pencak Silat Belanda NPSF di Den Haag, Belanda, di mana ia membagikan ilmu kepada perwakilan dari 137 perguruan pencak silat di negeri oranye tersebut.

“Dalam momentum HJB ini, saya berharap Bojonegoro semakin go internasional. Semakin banyak tokoh Bojonegoro yang bisa berangkat ke luar negeri untuk berbagi ilmu dan pengetahuan tentang kebudayaan kepada orang asing,” ujar Suyanto usai menerima penghargaan.

Menurutnya, keterlibatan aktif para praktisi budaya di kancah global merupakan peluang emas untuk memperluas pengenalan seni bela diri tradisional sekaligus mempererat pertukaran pengetahuan antarbudaya.

Sementara itu, apresiasi di bidang kebudayaan kategori Masyarakat Adat (Masyarakat Samin Sedulur Sikep) diraih oleh Bambang Sutrisno melalui Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Bambang menyampaikan apresiasinya atas dukungan nyata Pemkab Bojonegoro dalam upaya pelestarian tradisi Samin, salah satunya lewat kebijakan penggunaan kain Obor Sewu serta pengembangan motif batik lokal terbaru, Lelaku Sulur Wungu.

Kebijakan tersebut dinilai berdampak besar dalam memperkenalkan filosofi Samin kepada masyarakat luas, sekaligus mengikis stigma atau pandangan negatif yang kerap melekat. Di sisi lain, langkah ini turut membuka peluang peningkatan ekonomi bagi para perajin lokal di Bojonegoro.

Pemberian penghargaan dalam rangkaian Hari Jadi ke-349 Bojonegoro ini diharapkan dapat terus memotivasi masyarakat untuk menjaga, mengembangkan, serta mengangkat kearifan lokal agar kian lestari, memberikan manfaat kesejahteraan, dan semakin dikenal luas di tingkat nasional hingga internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *