Bojonegoro, Liputanbojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meluncurkan program inovatif bertajuk PASS ISYA’ (Pasar Murah Setelah Isya’) sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Kegiatan perdana ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, di halaman Masjid Nurus Sholihin pada Jumat malam (23/10/2026).
Program ini digagas melalui kolaborasi lintas lembaga yang melibatkan Pemkab Bojonegoro, Polres Bojonegoro, Kementerian Agama (Kemenag), Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM).
PASS ISYA’ dirancang secara terpadu dengan memadukan kegiatan ibadah, aksi sosial, dan pemenuhan kebutuhan ekonomi.
Rangkaian acara diawali dengan salat Isya berjamaah, pengajian kebangsaan oleh Kapolres Bojonegoro, penyerahan insentif bagi petugas keagamaan masjid (takmir dan marbot), serta santunan bagi anak yatim dan lanjut usia.
Setelah rangkaian seremonial selesai, masyarakat dapat langsung mendatangi stan pasar murah untuk membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur, dan minyak goreng dengan harga terjangkau.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah menekankan pentingnya sinergi ini dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Selain stabilitas ekonomi melalui pasar murah, pemerintah daerah terus memperkuat sektor kesehatan—termasuk pengembangan layanan jantung berstandar unggulan—serta memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui empat skema beasiswa pendidikan.
Melihat antusiasme warga yang hadir, Pemkab Bojonegoro berencana memperluas jangkauan program PASS ISYA’ secara bergiliran ke berbagai kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro demi memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. (Prokopim)






