Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro memastikan pasokan beras untuk masyarakat tetap aman dengan stok yang melimpah.
Kepala Perum Bulog Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja, mengungkapkan bahwa stok cadangan beras pemerintah (BCP) saat ini mencapai 53.000 ton, jumlah yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan saat di kofermasi Tim liputanbojonegoro.com pada Rabu, (13/09/2025)
Peningkatan stok ini tak lepas dari hasil serapan gabah dan beras yang dilakukan Bulog sejak awal tahun. Hingga Agustus 2025, Bulog telah berhasil menyerap sekitar 48.700 ton gabah setara beras. Langkah ini menjadi strategi penting untuk menjaga ketahanan pangan dan menstabilkan harga di tingkat petani.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan, Bulog menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui berbagai jalur. Penyaluran ini mengacu pada petunjuk teknis dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan menyasar berbagai pihak, termasuk:
1. Pedagang di pasar tradisional
2. Koperasi Distributor Mitra Pangan (KDMP)
3. Gerakan Pangan Murah (GPM)
4. Kios pangan binaan pemerintah daerah
5. Rumah Pangan Kita (RPK)
6. Ritel modern
Beras SPHP dijual dengan harga tebus dari gudang Bulog sebesar Rp11.000 per kilogram dalam kemasan 5 kilogram. Harga jual maksimal kepada konsumen akhir sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium, yaitu Rp12.500 per kilogram. Untuk memastikan pemerataan, setiap konsumen dibatasi hanya boleh membeli maksimal dua bungkus atau 10 kilogram.
Meski stok melimpah, Ferdian mengakui adanya tantangan, terutama dalam proses verifikasi mitra penyalur yang memerlukan waktu agar sesuai dengan regulasi Bapanas. Untuk mengatasi hal tersebut, Bulog Bojonegoro menerapkan tiga langkah strategis:
1. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk sosialisasi dan perencanaan penyaluran.
2. Menggandeng calon penyalur baru yang sesuai dengan jalur distribusi yang telah ditetapkan.
3. Menyiapkan stok SPHP secara berkala untuk memenuhi kebutuhan harian dan mingguan masyarakat.
Ferdian juga menambahkan, Bulog terus bersinergi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kolaborasi ini berperan penting dalam memantau penyerapan beras petani, ketersediaan stok, dan program penyaluran demi menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan beras selalu tersedia bagi masyarakat.






