Pemerintahan

Bojonegoro Kukuhkan FKUB , Bupati Ajak FKUB Penyejuk Umat dan Penguat Toleransi Digital

liputanbojonegoro637
×

Bojonegoro Kukuhkan FKUB , Bupati Ajak FKUB Penyejuk Umat dan Penguat Toleransi Digital

Sebarkan artikel ini
BE59EF8D F4F3 41E6 9755 638F20952BAC

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara resmi mengukuhkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro untuk masa bakti terbaru. Acara pengukuhan berlangsung pada Kamis, (27/11/2025), di Ruang Angling Dharma, dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati, Nurul Azizah.

Hadir dalam acara tersebut anggota FKUB yang mewakili lima agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Konghucu, menegaskan komitmen inklusivitas dalam kerukunan daerah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Mahmudi, dalam laporannya menyampaikan bahwa keberadaan FKUB adalah wadah strategis untuk menampung aspirasi organisasi kemasyarakatan keagamaan dan masyarakat.

“FKUB diharapkan mampu memperkuat kelancaran pelaksanaan tugas-tugas kerukunan yang sejalan dengan nilai-nilai luhur Pancasila serta menentukan arah kebijakan daerah yang inklusif,” ujar Mahmudi.

Ketua FKUB yang baru dikukuhkan, Drs. H. Hanafi, M.M, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama di Bojonegoro merupakan hasil proses panjang yang telah terbangun dengan baik.

Ia menyampaikan komitmen pengurus untuk Memperkuat silaturahim dan dialog lintas agama, Mendampingi masyarakat dalam penyelesaian persoalan keagamaan secara damai, Membangun koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, Melibatkan seluruh elemen lintas agama dalam program kerukunan, dan Menjadi teladan dalam sikap toleransi dan semangat kebangsaan.

Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa FKUB memegang peran strategis sebagai penyejuk umat, terutama di tengah tantangan perkembangan teknologi dan potensi disinformasi di media sosial.

Bupati meminta FKUB untuk  Meningkatkan kapasitas digital dan membentuk tim khusus untuk memantau isu-isu di media sosial yang dapat memicu keresahan, Menjadi filter sekaligus penguat toleransi di lingkungan masyarakat Bojonegoro, Dan Memperkuat komunikasi dan dialog lintas agama secara rutin, tidak hanya saat kondisi krusial.

Pemerintah daerah, lanjut Bupati, siap menjadi mitra FKUB dalam merumuskan kebijakan terkait kerukunan umat beragama.

Menjelang perayaan Natal, Bupati juga mengimbau adanya sinergi lintas organisasi dan pemuka agama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan rumah ibadah sebagai wujud toleransi dan kebersamaan.

Bupati menutup sambutannya dengan mengingatkan pentingnya menjaga independensi FKUB sebagai lembaga rujukan masyarakat. Ia berharap FKUB terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya toleransi, saling menghargai, dan menjaga persatuan. (Prokopim)