Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek Teknologi Budidaya Padi Hibrida

liputanbojonegoro637
×

Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek Teknologi Budidaya Padi Hibrida

Sebarkan artikel ini
361DD2DF AC36 4752 B8A2 D13299CD699F

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Teknologi Budidaya Padi Hibrida. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, pada Kamis (11/12/2025) di Hotel Bonero Residence.

Bimtek yang diikuti oleh kelompok tani dari Kecamatan Kalitidu ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi di Bojonegoro. Kepala DKPP Bojonegoro, Zainal Fanani, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan program tahun 2026.

“Strategi ini [pemanfaatan padi hibrida dan pembangunan sumur bor] merupakan tindak lanjut arahan Bupati untuk mempertahankan capaian produksi sekaligus bersaing dengan daerah lain,” jelas Zainal Fanani.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Nurul Azizah menekankan bahwa bimtek ini menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil tahun 2025 dan memperkuat strategi guna mencapai target produksi 2026.

Wabup, yang juga menjabat sebagai Ketua HKTI Bojonegoro, menyebut empat faktor utama yang menentukan keberhasilan petani yaitu Ketersediaan air (melalui pembangunan sumur bor),  Ketersediaan pupuk, Harga pasca panen yang memadai, dan Pengendalian hama dan kualitas bibit.

Wabup Nurul Azizah secara khusus menyoroti pentingnya penguatan penggunaan bibit unggul, termasuk padi hibrida. Bibit jenis ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan jika dikelola dengan pemupukan dan perawatan yang tepat.

“Kami mendorong peserta bimtek untuk tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan budidaya,” tegas Wabup

Sebagai solusi atas kebutuhan air, Wakil Bupati juga menegaskan komitmen untuk mendorong sinergi kelompok tani dalam pengembangan teknologi budidaya dan keberlanjutan pembangunan sumur bor.

Narasumber dalam bimtek ini adalah Rohmat Budiono dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui kegiatan ini, Pemkab Bojonegoro berharap para petani dapat mengadopsi teknologi budidaya padi hibrida secara tepat guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian di tahun mendatang. (Prokopim)