Pemerintahan

Festival HAN ke-42 Bojonegoro Diikuti Ratusan Anak TK

liputanbojonegoro637
×

Festival HAN ke-42 Bojonegoro Diikuti Ratusan Anak TK

Sebarkan artikel ini
EF7B8EC5 03BB 4A0B 8225 4A99EEB76FCC

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Ratusan anak Taman Kanak-Kanak (TK) dari 28 kecamatan memadati Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada Jumat (29/5/2026).

Kehadiran mereka untuk berkompetisi dalam Festival Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang menyuguhkan lomba menggambar media spidol dan lomba menyusun balok.

Sejak pagi hari, riuh ceria anak-anak didampingi guru dan orang tua telah mewarnai area pendopo. Membawa perlengkapan lomba masing-masing, atmosfer kegiatan langsung semarak berkat suguhan penampilan tarian kreasi yang dibawakan secara apik oleh para pesohor cilik tersebut sebelum kompetisi dimulai.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir membuka acara menegaskan bahwa anak-anak yang duduk di bangku TK saat ini merupakan pilar krusial dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Ia mengimbau agar sejak usia dini, anak-anak diberikan pendidikan yang seimbang, meliputi penguatan karakter, nilai agama, ilmu pengetahuan, hingga kreativitas.

“Anak-anak inilah yang nanti akan menggantikan generasi saat ini. Mereka adalah aset bangsa, sehingga harus dipersiapkan dengan baik.

Harus memiliki fondasi agama yang kuat, ilmu pengetahuan mumpuni, serta kemampuan berpikir kreatif yang terus diasah,” ujar Nurul Azizah dalam sambutannya.

Wabup juga mengingatkan bahwa kesuksesan seorang anak tidak lahir secara instan. Diperlukan proses pengasuhan dan pendampingan yang berkelanjutan, di mana kolaborasi antara orang tua, guru, dan lingkungan menjadi faktor penentu utama untuk membentuk anak yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing tinggi.l

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, memaparkan bahwa festival tahun ini diikuti oleh total 308 peserta.

Teknisnya, setiap kecamatan mengirimkan 10 perwakilan untuk lomba menggambar dan 1 perwakilan terbaik untuk lomba menyusun balok.

Anwar membeberkan bahwa pelaksanaan festival sengaja dicuri start (dilakukan lebih awal) dari tanggal peringatan resmi HAN. Langkah ini diambil sebagai strategi matang dalam mempersiapkan seleksi berjenjang.

“Juara dari tingkat kabupaten ini nantinya akan langsung kami kirim untuk mewakili Bojonegoro di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Jika meraih hasil terbaik, mereka berpeluang besar melaju ke tingkat nasional. Jadi, ini sekaligus ajang pemanasan dan seleksi dini,” terang Anwar.

Lebih dari sekadar mengejar piala, Anwar berharap momentum ini dapat menjadi ruang edukasi yang menyenangkan yang mampu mendongkrak rasa percaya diri, inovasi, serta tumbuh kembang mental anak sejak usia dini.

Melalui gelaran Festival HAN ke-42 ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi ruang ekspresi anak guna mencetak generasi masa depan yang siap bersaing dan berkarakter mulia.