Pemerintahan

Bojonegoro Menembus Pelosok: Konektivitas Jalan Rampung, Ekonomi Desa Mulai Berdenyut

liputanbojonegoro637
×

Bojonegoro Menembus Pelosok: Konektivitas Jalan Rampung, Ekonomi Desa Mulai Berdenyut

Sebarkan artikel ini
E74DF6BB 5647 4416 B216 B621F1CBF17C

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Wajah infrastruktur di Kabupaten Bojonegoro mengalami transformasi besar di penghujung tahun 2025. Program masif Pemkab Bojonegoro dalam mewujudkan konektivitas wilayah kini telah dirasakan manfaatnya secara merata, menghapus sekat antara wilayah perkotaan dan pelosok desa.

Pembangunan infrastruktur jalan yang dikomandoi oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BIMA PR) ini bukan sekadar mengejar target fisik, melainkan manifestasi dari upaya “memanusiakan warga” melalui aksesibilitas yang layak.

Kepala Dinas PU BIMA PR Kabupaten Bojonegoro, Chusaivi Ifan, mengungkapkan bahwa prioritas pembangunan sepanjang tahun 2025 adalah memastikan keselamatan dan kenyamanan mobilitas masyarakat.

Hingga tutup tahun ini, data menunjukkan progres yang sangat memuaskan:

• Jalan Rigid Beton: Mencapai progres 96,5%, mencakup pembangunan sepanjang 33 kilometer yang tersebar di 27 ruas jalan strategis.

• Rehabilitasi Aspal: Telah rampung sepenuhnya sepanjang 83 kilometer di 56 titik ruas jalan kabupaten, memberikan permukaan jalan yang mulus bagi pengendara.

“Kami memilih konstruksi beton pada ruas tertentu agar memiliki daya tahan maksimal dalam jangka panjang, mengingat mobilitas warga yang sangat tinggi. Sementara rehabilitasi aspal kami maksimalkan agar akses antarkecamatan semakin nyaman,” jelas Ifan dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).

Pemerataan konektivitas ini memiliki efek domino yang signifikan bagi kualitas hidup masyarakat. Jalan yang mulus telah memangkas waktu tempuh menuju fasilitas layanan publik secara drastis.

Bagi warga di pelosok, keberadaan jalan ini adalah jembatan menuju kesejahteraan:

1. Sektor Kesehatan: Waktu tempuh darurat menuju puskesmas atau rumah sakit kini lebih singkat.

2. Sektor Pendidikan: Pelajar dan tenaga pendidik memiliki akses yang lebih aman dan cepat menuju sekolah.

3. Sektor Ekonomi: Distribusi hasil pertanian dan perputaran ekonomi desa meningkat pesat karena biaya logistik yang lebih efisien.

Ifan menegaskan bahwa Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk tidak hanya membangun di pusat kota. Pembangunan yang “Indonesia Sentris” di tingkat kabupaten ini memastikan setiap warga, di mana pun mereka tinggal, mendapatkan hak pelayanan publik yang inklusif.

“Infrastruktur yang baik adalah modal utama untuk mempererat ikatan sosial dan menumbuhkan ekonomi lokal. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga jalan yang sudah dibangun ini agar manfaatnya berkelanjutan hingga generasi mendatang,” pungkasnya.