PemerintahanPendidikan

Profil Cantika Wahono, Sosok Ibunda Guru Baru di Bojonegoro

liputanbojonegoro637
×

Profil Cantika Wahono, Sosok Ibunda Guru Baru di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
0ADC7C63 6342 4378 8E22 7A55EC991B08

Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro memasuki babak baru. Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli, atau yang lebih akrab disapa Cantika Wahono, resmi dinobatkan sebagai Ibunda Guru oleh PGRI Kabupaten Bojonegoro.

Pengukuhan ini dilangsungkan di Pendopo Malowopati pada Kamis (2/4/2026), bersamaan dengan pelantikan Pengurus Cabang dan Cabang Khusus PGRI Masa Bakti XXII.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PGRI Jawa Timur, Ketua PGRI Bojonegoro, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, serta jajaran pendidik se-Kabupaten Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyoroti tantangan berat yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, mulai dari gempuran informasi media sosial hingga perubahan sosial yang sangat dinamis.

Ia mengingatkan para guru untuk kembali ke esensi utama sebagai “pendidik”, bukan sekadar “pengajar”.

“Pendidik itu punya kewajiban sampai ke etika, tata krama, dan norma,” tegas Bupati Setyo. Ia juga menambahkan bahwa meskipun tugas administratif guru cukup padat, fungsi mendidik karakter jauh lebih utama.

Selain itu, Bupati memberikan instruksi khusus terkait keteladanan (uswatun hasanah). Beliau melarang keras para tenaga pendidik untuk merokok di lingkungan pendidikan.

“Jangan merokok di lingkungan tempat tugas Bapak Ibu guru sekalian,” ujarnya sebagai bentuk komitmen menjaga marwah sekolah sebagai ruang pendidikan karakter.

Usai dikukuhkan, Cantika Wahono menyatakan bahwa peran Ibunda Guru adalah sebuah panggilan untuk mengabdi secara total kepada para pahlawan tanpa tanda jasa.

Ia menyadari betul tantangan psikososial dan beban kinerja yang dipikul para guru saat ini.

“Peran Ibunda Guru adalah sebagai mitra strategis bagi PGRI. Kita harus menjadi penggerak, pemberi motivasi, sekaligus inspirasi bagi semuanya,” tutur Cantika dalam pidato pengukuhannya.

Ia memaparkan tiga pilar utama komitmennya Sinergi Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat, Kesejahteraan Mengupayakan ekosistem pendidikan yang memperhatikan kesejahteraan dan kompetensi guru, dan Karakter Memastikan guru berperan sebagai pembimbing dan teladan utama bagi murid di era digital.

Bupati Setyo Wahono berharap melalui momentum ini, para guru di Bojonegoro dapat lebih adaptif terhadap teknologi demi mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

“Kita ingin mewujudkan masa depan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan melalui pendidikan yang berkualitas dan kolaboratif antara guru dan orang tua,” tutupnya.

Dengan kepengurusan baru PGRI dan kehadiran sosok Ibunda Guru, Kabupaten Bojonegoro optimistis mampu melahirkan generasi cerdas berkarakter yang siap bersaing di kancah global.