Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro menggelar Mini Jobfair 2026 di halaman Kantor Dinperinaker pada Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas akses lapangan kerja sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Dinperinaker Bojonegoro, Mahmudi, menyampaikan bahwa pemilihan waktu pelaksanaan pasca-Lebaran dianggap sebagai momentum strategis untuk mempertemukan para pencari kerja dengan pihak perusahaan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya dilaksanakan satu kali setahun, pada tahun 2026 ini Dinperinaker berencana menambah intensitas kegiatan.
“Tahun ini kami merencanakan pelaksanaan jobfair sebanyak tiga kali. Ini merupakan upaya berkelanjutan kami untuk terus mengurangi angka pengangguran di Bojonegoro,” ujar Mahmudi.
Upaya ini mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Dinperinaker, jumlah pengangguran di Bojonegoro yang pada tahun 2024 mencapai 34.785 orang, berhasil turun menjadi 32.927 orang pada tahun 2025. Penurunan ini menjadi indikator keberhasilan berbagai program ketenagakerjaan yang dijalankan pemerintah daerah.
Pada gelaran kali ini, tercatat ada 10 perusahaan yang berpartisipasi dengan menyediakan sekitar 310 lowongan pekerjaan. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, di mana jumlah pendaftar melalui sistem daring (online) mencapai 962 orang.
Mahmudi mengingatkan para pencari kerja bahwa peluang tidak hanya terbatas pada acara seremonial seperti ini. Pemkab Bojonegoro telah menyediakan platform digital bernama Bejo (Bojonegoro Enggal Kerjo) yang dapat diakses kapan saja melalui akun Instagram @bejo_bjn.
“Harapan kami, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat semakin kuat. Para pencari kerja harus tetap semangat karena informasi lowongan akan terus diperbarui melalui platform Bejo,” imbuhnya.
Selain bursa kerja, kegiatan ini juga menggandeng pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Sebagai apresiasi bagi peserta, khususnya para lulusan baru (fresh graduate), panitia juga menyediakan berbagai doorprize menarik.
Kehadiran jobfair ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Dika, warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.
“Saya tahu informasi ini dari kakak melalui Instagram. Alhamdulillah, saya menemukan lowongan yang sesuai, yakni posisi driver di sebuah perusahaan material,” ungkapnya.
Melalui agenda rutin seperti Mini Jobfair ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dapat terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus menciptakan kecocokan (link and match) yang efektif antara pencari kerja dengan kebutuhan dunia industri.





