Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Wujud nyata kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Bojonegoro.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, bersama Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Bojonegoro, Ny. Dita Afrian, melaksanakan kunjungan sosial ke rumah seorang remaja penyandang disabilitas di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kamis (15/4/2026).
Kunjungan ini ditujukan kepada Ainur Riza (17), seorang siswa kelas X SLB Negeri Sumbang Bojonegoro yang dikenal memiliki semangat juang tinggi meski di tengah keterbatasan fisik.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyerahkan bingkisan serta tali asih sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral bagi Ainur Riza dan keluarganya.
AKBP Afrian menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk empati Polri terhadap anak-anak yang tetap bersemangat menempuh pendidikan di tengah keterbatasan.
“Kami berharap bantuan ini mampu menambah motivasi Ainur Riza untuk terus bersekolah dan meraih cita-citanya. Ini juga sebagai bentuk kehadiran Polri dan Bhayangkari di tengah masyarakat,” ujar AKBP Afrian.
Kapolres mengungkapkan bahwa aksi sosial ini terinspirasi dari pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kepedulian antar sesama manusia.
“Beliau (Presiden) pernah berpesan: ‘Kalau tidak bisa membantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau tidak bisa membantu beberapa orang, bantulah satu orang,'” tutur Kapolres menirukan pesan Presiden.
Ia menambahkan bahwa nilai tersebut sangat sejalan dengan ajaran Islam, di mana manusia terbaik adalah mereka yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Ainur Riza adalah putra dari pasangan Siti Alimah dan almarhum Muslih. Di balik keterbatasan fisiknya, remaja ini memiliki etos kerja yang luar biasa.
Setiap hari sepulang sekolah, Ainur membantu ibunya bekerja membersihkan gagang tembakau di gudang belakang rumahnya. Tak hanya itu, ia juga aktif mengerjakan pekerjaan rumah tangga guna meringankan beban sang ibu.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat materiil yang meringankan beban keluarga, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi para penyandang disabilitas lainnya di Bojonegoro untuk tetap berkarya dan optimis menatap masa depan.









