Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro menggelar Upacara Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila tahun 2026.
Kegiatan khidmat ini dilaksanakan di lapangan Markas Kodim 0813 Bojonegoro pada Senin pagi (1/6/2026).
Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto selaku Inspektur Upacara (Irup). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Kodim 0813 Bojonegoro.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
Dalam amanatnya, Kepala BPIP menyampaikan bahwa momentum 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan waktu yang tepat untuk refleksi diri.
“Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Yudian dalam amanat tertulisnya.
Lebih lanjut, Kepala BPIP menjelaskan bahwa tema harlah tahun ini merupakan penegasan bahwa nilai luhur Pancasila sangat relevan, tidak hanya untuk menjaga keutuhan NKRI, tetapi juga menjadi jawaban atas terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
Di tengah tantangan disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik, Pancasila dinilai berhasil menjadi ‘bintang penuntun’ sekaligus ‘jangkar moral’ bagi bangsa yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik ini.
Sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia didorong untuk terus aktif melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila pun menjadi fondasi utama kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Sebagai bukti nyata pengejawantahan Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab), Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan di kancah internasional.
Mulai dari kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa terjajah.
Di akhir amanatnya, Kepala BPIP memberikan pesan khusus kepada para menteri, kepala daerah, serta generasi muda. Para pejabat publik dititipkan pesan agar setiap kebijakan yang lahir selalu berlandaskan rasa keadilan sosial dan terus melawan intoleransi serta radikalisme.
Sementara untuk generasi muda, mereka diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup di tengah masyarakat, bukan sekadar hiasan dinding atau teks sejarah.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai. Selamat Hari Lahir Pancasila! Jayalah Indonesiaku! Merdeka!” pungkasnya.






