Liputanbojonegoro.com, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menjalankan program strategis yang mengedepankan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Program ini dilaksanakan dengan kolaborasi lintas sektor di balai desa Dander, Kecamatan Dander pad hari Rabu, (03/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pembukaan program pemberdayaan kemitraan masyarakat bertajuk “Pemberdayaan dan Peningkatan UKM Disabilitas dalam Mengembangkan Inovasi Produk Herbal Berbasis Evidence Based Medicine” dihadiri oleh berbagai tokoh penting.
Dalam acara ini, hadir Ketua STIKES Rajekwesi Bojonegoro, Evita Isnanda, serta Wakil Ketua STIE Cendekia Bojonegoro, Ahmad Saifurriza Effasa, yang turut mendukung pelaksanaan program ini.
Sesi dialog berlangsung interaktif, di mana peserta dari anggota PPDI Balen, Munari, mengemukakan aspirasinya terkait dukungan peralatan usaha.
Ia berharap penambahan alat pelengkap dapat meningkatkan proses produksi, yang menjadi perhatian serius dari pihak dinas sosial.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Kabid Rehabsos) Dinas Sosial Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, menyatakan komitmen untuk mendukung program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Selain itu, Dinas Sosial berencana berkolaborasi dengan OPD terkait guna memfasilitasi pelatihan, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta kapasitas para pelaku usaha disabilitas.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mendampingi UKM disabilitas secara menyeluruh agar dapat bersaing secara mandiri di pasar.







